Toba Samosir-Intainews.com:“Air Danau Toba sudah sangat tercemar, karena kadar oksigen dalam danau hanya mencapai kedalaman 50 meter. Air Danau Toba menjadi tidak sehat,” ujar Wagubsu Musa Rajekshah (foto).

Hal itu dikatakannya saat mengunjungi Instalasi Pengolahan Air Limbah milik PDAM Tirtanadi yang berada di kawasan Ajibata Kabupaten Tobasa. Tercemaranya air Danau Toba salah satunya adalah berasal dari limbah.

Baik limbah dari peternakan maupun limbah dari rumah tangga dan hotel-hotel di sekitar Danau Toba. Pembuangan limbah tersebut membuat kadar oksigen di danau vulkanik itu hanya mencapai kedalaman 50 meter dari permukaan. Selebihnya, sampai dasar danau tak ada oksigen.

Wagubsu yang akrab disapa dengan Ijcek menyatakan perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat agar limbah Mandi, Cuci, Kakus (MCK) rumah tangga dan hotel dibuang melalui pengolahan air limbah.

“Dengan biaya yang murah saja, hanya 304 rumah tangga dan 4 hotel yang telah melakukan pembuangan limbah melalui perpipaan di Instalasi Pengolahan Air Limbah milik PDAM Tirtanadi. Inilah yang menjadi tugas kita bersama antara pemerintah provinsi, daerah dan PDAM,” ungkap Ijeck.

Selain itu, tegas ijeck, diperlukan ketegasan dari pemerintah daerah apabila ada rumah tangga yang tidak memiliki saluran pembuangan MCK agar beralih menggunakan sistem perpipaan. Jika tidak bersedia, masyarakat diharapkan menyediakan alternative pembuangan limbah seperti septic tank.

Kepala Instalasi Pengolahan Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan menjelaskan kepada Wagubsu, beban biaya perpipaan ini sangat tinggi. Tarif yang dikenakan Untuk tarif, masyarakat membayar Rp7.000,- per KK serta Rp.150.000,- untuk hotel. *rel-03