Saat buruh di Sumut demo kenaikan upah. Foto Istimewa-2

Medan-Intainews.com:Menjelang tahun 2019, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Ramayadi telah menandatangani penetapan kenaikan UMK-UMSK 2019 di 33 kabupaten/kota. Ditetapkan kenaikan UMK-UMSK di kota Medan sekitar Rp 2,9 juta/ bulan.

Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) Kota Medan pasca ditetapkan dan ditandatanganinya kenaikan UMK-UMSK Kota Medan 2019 oleh Gubsu, minta Pengawas Disnaker dapat mengawasi pelaksanaan kenaikan UMK-UMSK tersebut di lapangan.

Menurut Ketua SBNI Kota Medan Adijon Sitanggang, sejak awal Januari 2019 menyambut baik kenaikan UMK-UMSK kota Medan 2019 yang berlaku sejak bulan Januari 2019.

Terkait hal tersebut dan guna memastikan apakah penetapan kenaikan UMK-UMSK 2019 itu telah dipatuhi oleh para pengusaha, kembali lagi Adijon berharap Pengawas Disnaker agar dapat melakukan pengawasan.

Begitu juga Apindo, ujar Adijon, mengimbau seluruh perusahaan yang ada di kota Medan agar mematuhi dengan melaksanakan kenaikan UMK-UMSK 2019 terhadap para pekerja dan buruh.

Dijelaskannya, apabila masih ada ditemukan pengusaha yang tidak melaksanakan ketentuan penetapan UMK-UMSK ini, buruh dan pekerja dapat melaporkan perusahaan tersebut ke pengawas tenagakerja atau organisasi serikat buruh/ serikat pekerja yang ada diperusahaan tersebut.

“Buruh dan pekerja jangan takut untuk melaporkannya, karena itu merupakan hak normatif yang harus dibayarkan,” ujar Adijon. Setelah ditetapkannya kenaikan UMK-UMSK tahun 2019, SBNI kota Medan telah melakukan sosialisasi kepada seluruh anggotanya yang berkerja di perusahan-perusahaan yang ada di kota Medan. *Inc-11