JANE SALIMAR JENGUK VA: Jane Shalimar teman dekat artis VA, datang menjenguk saat VA tengah menjalani pemeriksaan di Polda Jatim. Polda Jatim mengungkap, foto model inisial AS juga diperiksa. Foto Istimewa

Surabaya-Intainews.com:Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan dua tersangka dalam kasus prostitusi online yang melibatkan artis berinisial VA dan foto model berinisial AS di Surabaya, Sabtu (5/1/)

“Ada dua orang yang dijadikan tersangka berinisial ES (37) dan TN (28). Mereka berperan mendatangkan korban hingga bisa diakses, seperti tarif dan lain-lain,” ungkapKabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim Surabaya, Minggu 6 Januari 2019.

Barung mengatakan dua orang tersangka tersebut merupakan mucikari yang berasal dari Jakarta Selatan, dan saat ini sudah ditahan di Mapolda Jatim. “Sementara dua artis itu wajib lapor. Dua tersangka sudah cukup lama, ada yang melapor, yang kedua memang hasil siber patrol,” kata Barung

Sementara itu, Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan modus operandi yang dipakai dua mucikari tersebut adalah mempromosikan artis atau selebgram melalui media sosial instagram.

“Selanjutnya, memfasilitasi komunikasi dan melakukan transaksi. Aturan mainnya 30 persen dibayar di muka melalui rekening,” katanya. Yusep juga mengatakan cukup banyak artis yang terlibat dalam prostitusi daring terutama di bawah naungan dua tersangka mucikari tersebut.

“Untuk yang terkait di dalam (prostitusi online) cukup banyak. Masih dalam pendalaman. Nanti kita sampaikan lebih lanjut,” ujar Akhmad Yusep di Mapolda Jatim di Surabaya, Minggu.

Yusep menambahkan, terkait berapa lama dua mucikari itu melakukan aksinya, berdasarkan data yang telah mereka tarik, dalam satu bulan terakhir cukup banyak transaksi maupun komunikasi terkait jasa layanan prostitusi.

Artis VA saat digiring ke Polda Jatim.Foto istimewa.

“Area transaksi boarderles ataupun lintas wilayah. Tergantung dari pemesan atau pemohon pengguna jasa prostitusi ini pelaku memberikan fasilitas tersebut,” katanya. Kepolisian saat ini juga masih terus melakukan pendalaman dan telah meminta bantuan PPATK untuk melacak transaksi keuangan tersangka.

Atas perbuatan mereka, keduanya dijerat Pasal 27 dan 45 kemudian 296 dan 506 UU ITE tentang penyedia jasa prostitusi baik secara elektronik maupun konvensional.

Kasubdit V Cybercrime Kepolisian Jawa Timur AKBP Harisandi mengatakan pemesan VA adalah seorang pengusaha berinisial RR. Memesan VA untuk menjadi teman kencan melalui muncikari. “Pengusaha berinisial R,” ujar Harisandi, Minggu (6/1).

Menurut Harisandi, R ini usianya sudah cukup umur. “Sekitar 40-50 tahun. Bapak-bapak,” ujar Harisandi. Harisandi mengatakan sejauh ini pengusaha yang memesan VA hanya dimintai keterangan saja sebagai saksi. Pengusaha itu, sebut Harisandi, langsung dibolehkan pulang setelah dimintai keterangan. * tid