Ir Lisnawaty MT

Medan-Intainews.com:Dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Medan (ITM) Ir Lismawaty MT menjadi narasumber di seminar “PLTA Batangtoru Masalah atau Solusi?” yang diselenggarakan Ikatan Alumni ITB Sumatera Utara (IAITB) di Hotel Grandhika Medan, baru-baru ini.

Lismawaty dalam paparannya berjudul “Kondisi Geologi Sekitar Daerah PLTA Batangtoru dan Implikasinya terhadap Konstruksi PLTA Batangtoru” mengatakan, di Kabupaten Tapanuli Selatan akan dibangun PLTA Batangtoru oleh PT NSHE.

Pembangunan insfrastuktur PLTA Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sipirok, Marancar dan Kecamatan Batangtoru. Lokasi konstruksi dam yang direncanakan dibangun di wilayah Kecamatan Sipirok, sekitar areal dam disusun batupasir, tufa hasil letusan Gunung Toba dan Sibualbuali.

Selain itu lokasi konstruksi dam juga berada di antara Jalur Sistem Patahan Sumatera Aktif (Sumatra Fault System) atau jalur gempa dari segmen Patahan Angkola dan Sekmen Patahan Toru-Barumun. Membangun infrastruktur pada kondisi geologi demikian mengalami risiko tinggi.

Antisipasi tersebut sangat perlu dilakukan karena efek dari guncangan gempa dapat mengakibatkan kerusakan inftrastrutur, likuifaksi, longsor, tsunami dan fault repute. Di sisi lain bencana gempa merupakan bencana alam geologi yang tidak dapat dicegah, kapan terjadinya belum bisa diprediksi dan ketika terjadi mengakibatkan kerugian yang besar.

“Apakah PLTA Batangtoru masalah atau tidak masalah, itu soal pilihan, bila pembangunan tidak dan atau kurang memperhatikan segala aspek daya dukung ya, maka PLTA Batangtoru bisa jadi masalah,” kata Lismawaty.

Namun bila kajian aspek fisik (geologi dan kegempaan) dilakukan, berikut memperhatikan aspek daya dukung lainnya, maka PLTA Batangtoru tidak hanya bermanfaat tetapi merupakan solusi atas krisis energi, juga aman untuk masyarakat. * Inc-11