Ketua KPU Arief Budiman

Jakarta-Intainews.com:Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief dilaporkan ke Bareskrim Polri (dipolisikan) oleh seorang relawan Jokowi bernama C Suhadi. Laporan tersebut berkaitan dengan twit Andi Arief yang menyebut adanya 7 kontainer surat suara sudah dicoblos di Tanjung Periuk.

Laporan C Suhadi diterima polisi dengan nomor STTL/005/I/2019/Bareskrim. Dalam surat tanda laporan tertulis dua nama salah satunya Andi Arief, namun C Suhadi enggan menyebutnya.

Sedangkan, pasal yang disangkakan yakni UU ITE Pasal 28 ayat (1), Jo pasal 45 ayat (2) tentang penyebaran berita bohong. “Relawan 01, Negeriku Indonesia Jaya. Kita ingin pileg yang bersih tanpa hoaks,” kata C Suhadi di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 3 Januari 2-18.

Suhadi menyebut salah satu yang dilaporkannya yakni anggota Partai Demokrat berinisial AA (Andi Arief). Ia menilai Andi Arief membuat citra buruk pada capres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. “Ya (anggota Partai Demokrat Andi Arief) kira-kira begitu. Yang patut dilaporkan itu perbuatannya,” ucapnya.

Sebelumnya, Rabu (2/1) sekitar pukul 21.05 WIB, Andi berkicau melalui akun twiternya terkait kabar adanya 7 kontainer surat suara dalam kondisi sudah dicoblos. Kabar tersebut pun langsung menggegerkan banyak orang.

Namun, cuitan tersebut kini sudah dihapus olehnya. Sementara, Wasekjen Demokrat, Rachland Nashidik, mengatakan, Andi Arief justru membantu menyelesaikan penyebaran hoaks itu. Dengan KPU bergerak memeriksa kebenaran dari twit Andi Arief, hal itu sudah menghentikan potensi hoaks yang terus bergulir. “Bayangkan bila di tengah sikap diam kubu petahana, tak ada orang yang berani menggedor perhatian KPU dengan mengambil risiko disalahpahami,” ujarnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan penyebaran berita bohong alias hoaks 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos dinilai sudah keterlaluan. Karena itu KPU segera melaporkannya kepada Bareskrim Polri. “Kalau mengingatkan KPU jangan lewat medsos tapi terbuka,” ujarnya.

Untuk diketahui, warganet digegerkan oleh rekaman dengan durasi 33 detik dengan suara pria yang beredar di Whatsapp. Dalam rekaman itu, si pria memberi info telah menemukan 70 juta suara yang sudah dicoblos pada gambar Jokowi-Maruf Amin.

Dirinya menyebutkan surat suara itu dikirim dari Cina dan sudah disita TNI AL. Di ujung rekamannya, pria tersebut meminta agar memberitahukan kepada pihak Gerindra Pusat dan ke Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. *kmc-sc