Sebagian peserta diskusi pers yang hadir foto bersama

Medan-Intainews.com:Komunitas wartawan yang menyebut Forum Jurnalis Sumatera Utara (FJS) melaksanakan pertemuan silaturahmi dan diskusi di Penang Corner, Jalan Dr Mansur Medan, Sabtu 29 Desember 2018. Pertemuan adalah menindaklanjuti Musyawarah Pers Indonesia di gedung Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Selasa (18/12).

Menurut wartawan Suarasumut.com, Rafali Tanjung, Minggu 30 Desember 2018, pertemuan yang dihadiri puluhan wartawan dan beberapa pemimpin redaksi media cetak dan online di Sumatera Utara (Sumut) tersebut, selain mempererat hubungan silaturahmi, juga membicarakan isu-isu yang muncul belakangan dianggap membelunggu kegiatan jurnalis di daerah ini.

Antara lain, ungkap Rafli, sejumlah instansi pemerindah daerah mulai melakukan pembatasan terhadap operasional kerja wartawan, apabila belum mengikuti dan lulus uji kompetensi wartawan (UKW). “Sehingga wartawan terganggu dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik sesuai kebebasan pers dan Undang Undang Nomor No.40 Tahun 1999 Tentang Pers,” tukas Rafli Tanjung selaku yang diundang sebagai pesera hadir dalam silaturahmi itu.

Sementara menurut Formatur dari Musyawarah Pers Indonesia di gedung Sasono Utomo TMII, Devis Karamoy (Inewstv), secara paralel saat ini para pimpinan lembaga dan organisasi wartawan serta pemimpin redaksi media lokal mulai melakukan diskusi, selain di Jakarta, juga 34 provinsi di Indonesia. Hal ini untuk mencari jalan keluar berbagai persoalan pers dan kesewenang-wenangan.

Salah seorang jurnalis peserta FJS, Abdul Gafur memberi masukan sebaiknya membentuk apapun namanya di Sumatera Utara, untuk menghadapi Musyawarah Pers Indonesia berikutnya pada Februari 2019. Sekaligus tambah Rafli Tanjung, segera dicarikan jalan keluar dengan mengadakan pelatihan-pelatihan jurnalistik bagi yang tidak mendapat kesempatan UKW atau ditolak.

“Terutama wartawan mingguan yang mampu menjual produksi jurnalistik dan menaikkan tiras serta menggalang iklan, namun lemah dalam penulisan karya jurnalistik. Inilah yang perlu dibina oleh badan yang dibentuk,” jelas Rafli Tanjung yang alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan Medan.

Diketahui pertemuan silaturahmi dan diskusi di Penang Corner Medan yang dihadiri puluhan orang tersebut, tidak hanya dihadiri wartawan, pemimpin redaksi dari Kota Medan, namun datang dari luar Kota Medan, antaralain Padangsidimpuan. * Inc-19