Johan Budi. Foto Istimewa

Jawa Timur-Intainews.com:Johan Budi melakukan safari politik dan menemui sejumlah pegiat antikorupsi di Trenggalek Jawa Timur Minggu 23 Desember 2018. Juru bicara Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo Dalam safari politik menghadiri serangkaian kegiatan bersama para tokoh warga maupun pegiatan antikorupsi.

Salah satunya kegiatan yang berlangsung di salah satu kedai kopi di Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek. Johan Budi menghadiri kegiatan yang dihadiri sekitar 50 orang pegiat antikorupsi. Dalam penjelasannya, Johan Budi mengatakan bahwa selalu ada modus baru dalam melakukan praktik korupsi.

“Modus tindak pidana korupsi setiap tahun terus mengalami perkembangan. Saat ini yang kerap terjadi adalah kongkalikong antara lembaga eksekutif dengan legislatif,” jelas Johan Budi. Modus operandi korupsi sebagian besar pada pengadaan barang dan jasa yang dananya digelembungkan (mark-up).

Menurut Johan Budi, saat ini, sebagian besar menggunakan modus baru, yaitu kerja sama antara kepala daerah dengan DPRD. “Bukan berarti yang konvensional tidak ada, dan terkadang sekarang pun masih ada. Banyak modus baru yang berkembang, perselingkuhan antara DPRD dan kepala daerah.

Seperti yang sudah banyak diberitakan. Banyak kepala daerah dan DPRD ditangkap KPK,” ungkap Johan Budi. Dijelaskannya, bentuk korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah bermacam-macam. Kebanyakan yang menjadi lumbung untuk melakukan tindak pidana korupsi adalah pengesahan laporan pertanggung jawaban (LPJ) atau pengesahan suatu pekerjaan.

“Biasanya yang dilakukan oleh kepala daerah bersama anggota DPRD adalah ketika pengesahan laporan pertanggungjawaban (LPJ),” tukas Johan Budi. Selain membahas berbagai macam permasalahan korupsi, sejumlah peserta yang hadir juga memberi masukan serta mengajukan berbagai pertanyaan tentang pemerintahan di era Presiden Joko Widodo. *kpc