Media asing beritakan tsunami Selat Sunda, menyinggung gempa Aceh 26 Desember 2004. Kala itu menewaskan 226 ribu orang di 13 negara, termasuk 120 ribu jiwa meninggal di Indonesia.

Jakarta-Intainews.com:Korban meninggal akibat tsunami di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 hingga kini tercatat sebanyak 168 orang (foto). Korban luka-luka mencapai 745 orang dan yang masih hilang sebayak 30 orang.

“Data ini sampai pukul 13.00 WIB 23 Desember 2018,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho di Yogyakarta, Minggu, 23 Desember 2018.

Informasi dihimpun Intainews.com, Tsunami yang menerjang kawasan pantai di Banten dan Lampung mengakibatkan 558 unit rumah rusak, 9 hotel rusak, 10 kapal rusak berat, 60 warung kuliner rusak, dan ada juga perahu nelayan yang rusak sebanyak 350 unit.

Menurut Sutopo, korban tsunami itu terjadi di tiga wilayah yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Lampung Selatan. “Data ini adalah data sementara. Diperkirakan data masih akan bertambah karena belum semua daerah yang terdampak oleh tsunami berhasil atau didatangi semuanya,” kata dia.

Daerah yang paling parah terdampak oleh bencana tsunami Selat Sunda ini, kata Sutopo, adalah Kabupaten Pandeglang. Dari total 168 orang yang meninggal tersebut sebanyak 126 orang korban berasal dari Pandeglang.

Adapun jumlah korban luka di sana mencapai 626 orang, dan 4 orang hilang. Menurut Sutopo, rumah yang rusak di kabupaten Pandeglang tercatat 446 unit. Hotel ada 9 unit yang rusak, 60 unit warung rusak dan 350 perahu/kapal rusak.

Selain itu ada 24 kendaraan roda empat rusak dan 49 kendaraan roda dua.
Sutopo mengatakan, di Kabupaten Pandeglang, daerah yang terdampak oleh tsunami ini ada sepuluh kecamatan. Yaitu, Kecamatan Carita, Kecamatan Panimbang, Kecamatan Sumur, Kecamatan Labuhan, Kecamatan Geulis, Ngenes, Kecamatan Cibaliung, Kecamatan Ciput, Kecamatan Cimangku dan Kecamatan Pagelaran.

Mobil-mobil yang terseret tsunami Foto Istimewa

Adapun di Kabupaten Serang, ada 9 orang meninggal dunia, 6 orang luka-luka dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan rumah maupun fasilitas umum masih dilakukan pendataan.

Sedangkan dampak tsunami di Kabupaten Lampung Selatan, ada 33 orang meninggal dunia. Sebanyak 115 orang luka-luka, 110 rumah rusak. Di kabupaten itu, tsunami menerjang pantai yang ada di empat kecamatan yang terdampak. Yaitu, Kecamatan Kalianda, Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Katibung.

Bencana tsunami menerjang sekitar Selat Sunda menjadi sorotan beberapa media asing. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyampaikan secara resmi, tsunami terjadi pada beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, di antaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

“Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau,” demikian dikatakan BMKG pada Ahad (23/12). Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama. Sehingga ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang.

Andersen Berlari Saat Dihantam Gelombang

Laman Reuters memberitakan dengan judul “Volcano-triggered tsunami kills at least 43 in Indonesia, injures hundreds” dengan mengutip Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, Sutopo Purwo Nogroho.

“Tsunami di sepanjang Selat Sunda telah menewaskan sedikitnya 43 orang dan melukai 584 dan menghancurkan ratusan bangunan di pulau-pulau Indonesia, yakni Jawa dan Sumatra yang disebabkan oleh erupsi Krakatau,” demikian tulis Reuters edisi Minggu (23/12).

Reuters juga menyinggung gempa Aceh pada 26 Desember 2004. Tsunami Samudra Hindia pada kala itu dipicu oleh gempa bumi sehingga menewaskan 226 ribu orang di 13 negara, termasuk menewaskan lebih dari 120 ribu jiwa di Indonesia. Sedangkan erupsi Krakatau yang pernah terjadi pada 1883 menewaskan lebih dari 36 ribu orang dalam serangkaian tsunami.

The Guardian memberitakan dengan judul “Indonesia tsunami: 43 dead and ‘many missing after Anak Krakatoa erupts – latest updates“. Guardian memberitakan secara lengkap, mulai dari kronologi terjadinya tsunami dan gelombang pasang di sekitar Selat Sunda. Laman tersebut juga merinci jejak waktu dari malam terjadinya gelombang hingga berita terkini.

Rumah penduduk psca diterjang tsunami. Foto istimewa

Guardian juga memberitakan, grup band Seventeen yang salah satu personel dan manajernya tewas diterjang gelombang. Salah seorang pakar mengatakan keruntuhan lereng bisa saja menyebabkan terjadinya tsunami. Salah satu pendiri Pusat Penelitian Tsunami Indonesia Gegar Prasetya mengatakan memiliki prediksi lebih dalam menyoal penyebab gunung berapi.

BBC memberitakan bencana ini dengan judul “Volcano tsunami hits Indonesia after Krakatoa eruption“. Dalam beritanya, BBC mengutip fotografer gunung berapi asal Norwegia, Oystein Lund Andersen, saat tengah memotret Anak Krakatau yang sedang erupsi dari pantai Anyer.

Dalam pengakuannya, Andersen berlari saat dihantam gelombang pertama. Gelombang kedua yang cukup kuat, dia membawa istri dan putranya dari hotel pergi ke tempat lebih tinggi yang berada di samping hotel.

Laman Sydney Morning Herald memberitakan dengan judul “Dozens dead in Indonesian tsunami“. Laman tersebut memberitakan kabar terbaru jumlah korban tewas. *Inc-17-tpc-rpc