Pesona Aek Sijornih. Foto istimewa

Intainews-com:Ragam pesona wisata yang ada di Sumatera Utara, terutama wisata alam, dapat dinikmati saat berlibur. Masing-masing tempat wisata memiliki cerita keunikan tersendiri yang cukup menarik apabila dikunjungi, antaralain.

Air Terjun Aek Sijornih

KABUPATEN Tapanuli Selatan (Tapsel), sumatera utara menyimpan obyek wisata air terjun berlokasi di Desa Aek Libung, Simpang Tolang, Sayur Matinggi. Diberi nama air terjun Aek Sijornih berasal dari bahasa Batak, yang berarti air jernih.
Terdiri dari dua air terjun berukuran, melewati tebing miring dengan kandungan kapur. Air terjun dengan pemandangan uang asri membuat obyek wisata itu didatangi banyak wisatawan merasa betah berada di situ. *gmc

Salju Panas Dolok Tinggi Raja

SALJU panas Dolok Tinggi Raja merupakan obyek wisata yang tidak bisa dipandang sebelah mata di provinsi Sumatera Utara. Di sini bisa ditemukan pesona wisata yang asyik dan membuat betah berlama-lama.

Kalau di Pulau Jawa dikenal Kawah Putih Ciwidey, maka di Sumatera Utara terdapat wisata serupa bernama Salju Panas Tinggi Raja. Unik, sebutan salju terkesan dingin, tetapi di sini panas. Salju yang disebut di tempat ini terdapat sebuah kawah yang berwarna putih seperti salju. Sedangkan kata “panas”, digunakan karena air berwarna biru kehijauan kawah bersuhu panas.

Menuju kawasan wisata Salju Panas Dolok Tinggi Raja ini, perlu berkendara sekitar 3 jam dari pusat Kota Medan. Dari Medan, melewati kawasan Lubukpakam, Dolok Masihul, Galang, hingga Bangun Purba. Sesampainya di lokasi Salju Panas Tinggi Raja, tidak akan dikenakan biaya apa pun. Hanya perlu membayar Rp 5.000 jika membawa kendaraan pribadi.

Sesuai namanya, Salju Panas Dolok Tinggi Raja memiliki warna tanah yang unik. Yaitu berwarna putih karena terletak di kawasan bukit kapur, sehingga menyerupai salju, tetapi tidak dingin. Di tengah kawasan ini terdapat danau dengan air panas yang berwarna biru kehijau-hijauan, menawarkan keindahan dan keunikan tak ada duanya.*rni

Salju Panas Tinggi Raja. Foto Istimewa

Taman Nasional Gunung Leuser

TAMAN Nasional Gunung Leuser berada di dua provinsi berbeda, yaitu Aceh dan Sumatera Utara. Luas area taman wisata ini mencapai 1.094.692 hektar. Tempat wisata ini merupakan kawasan hutan yang menyimpan berbagai cagar alam, seperti suaka margasatwa Gunung Leuser, suaka margasatwa Kappi, suaka margasatwa Kluet, Taman Wisata Gurah, dan masih banyak lagi.
Taman nasional ini menjadi salah satu situs warisan dunia sesuai ketetapan UNESCO. Berkunjung ke tempat ini, datanglah pada bulan Juni hingga Oktober. Sebab di bulan tersebut, curah hujan cukup rendah sehingga dapat memudahkan saat menjelajahi taman nasional. Dikenakan biaya tiket sebesar Rp 7.500 untuk wisatawan domestik dan Rp 225.000 untuk wisatawan mancanegara. *mhd

Taman Nasional Gunung Leuser, Foto Istimewa

Bukit Gundaling

KALAU Ingin melihat pesona sunrise dan sunset di Sumatera Utara, datanglah ke Bukit Gundaling di Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Karo. Memiliki ketinggian 1.575 mdpl. Bukit ini menyajikan pesona Kota Berastagi dari ketinggian.

Lokasi inilah yang membuat Bukit Gundaling cocok sebagai lokasi melihat matahari terbit dan terbenam. Jika beruntung, cuaca cerah bisa melihat pemandangan Gunung Sibayak dan dan Gunung Sinabung.

Berbagai cara bisa ditempuh untuk menuju puncak bukit, yaitu berjalan kaki, menunggang kuda, ataupun menggunakan delman. Meski merupakan alam terbuka, Bukit Gundaling sudah dilengkapi berbagai fasilitas seperti kedai makanan, toilet, hingga toko oleh-oleh.

Bukit Gundaling. Foto Istimewa

Danau Lau Kawar

SELAIN Danau Toba, masih ada Danau Lau Kawar, salah satu danau di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang tidak bpleh ditinggalkan untuk dikunjungi. Berada di ketinggian 2.451 mdpl, membuat udara di kawasan ini cukup sejuk. Lokasinya tepat berada di bawah kaki Gunung Sinabung membuat air Danau Lau Kawar amat jernih dan sejuk.

Menariknya, di sini bisa mendirikan tenda di area yang telah disediakan oleh pihak pengelola. Tersedia pula pendopo yang dapat digunakan untuk beristirahat sejenak sembari menikmati kesejukan udara sekitar. Datanglah ke Danau Lau Kawar yang penuh pesona di kawasan Berastagi untuk melihat pesona Danau Lau Kawar . Kamu hanya perlu menempuh 3 jam berkendara dari pusat Kota Medan.*ks

Danau Lau Kawar. Foto Istimewa

Pesona Sipinsur

JIKA ingin melihat pesona Danau Toba dari sisi yang berbeda, bisa mengunjungi Sipinsur, Desa Paerung, Humbang Hasundutan. Terletak di kawasan dataran tinggi Humbang Hasundutan, Sipinsur memiliki ketinggian 1.213 mdpl.

Di sini, dapat melihat pesona Danau Toba dari ketinggian. Tak jarang, para fotografer memilih lokasi ini untuk mengabadikan lanskap danau terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Datanglah di waktu senja, bisa melihat pesona Danau Toba berlatar belakang langit oranye. Setelah puas menikmati pesona alamnya, bisa turun ke rumah warga untuk mencicipi hidangan mie gomak khas Sipinsur secara gratis. Mie gomak sendiri merupakan mi berbahan dasar telur dan tepung yang disajikan bersama kue beras dengan kuah yang kaya cita rasa rempah. Datanglah ke Sipinsur.

Sipinsur. Foto Istimewa

Sipinsur