Jenazah Jefri Simarremare saat tiba du Bandara Kualanamu. Foto Istimewa

Sergai-Intainews.com:Tangis pecah dari pihak keluarga saat menyambut kedatangan jenazah korban pembunuhan di Papua. Tak hanya itu, ibu korban bernama Santi Boru Sirait tak henti-hentinya menangis, dan meratapi kepergian anak kedua dari empat bersaudara itu.

Jefri Simaremare (26), salah satu korban pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua tiba di rumah duka di Dusun I, Desa Sei Belutu, Bamban, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Sabtu 8 Desember 2018.

Tangis terus mengiringi pihak keluarga saat menyambut kedatangan jenazah. Santi Br Sirait punya firasat buruk begitu mendapat kabar adanya pembunuhan terhadap pekerja proyek jembatan di sana. Ia pun menduga bahwa anaknya menjadi salah satu korbannya.

Untuk mendapat kepastian ia pun menghubungi sepupunya di sana. Ternyata firasatnya benar, bahwa anaknya menjadi salah satu korban penembakan yang dilakukan KKB di Nduga. “Setelah dicek ternyata benar memang anakku salah satu korbannya,” ujarnya.

Masih dari kerabatnya, Santi baru mengetahui jika jenazah Jefri akan tiba di kampung halaman hari Sabtu, diterbangkan dari Papua ke Makassar dan ke Medan. Santi juga mengaku, sebelumnya korban berencana untuk pulang untuk merayakan tahun baru di kampung halamannya, setelah lima tahun merantau di Papua.

“Anakku memang berencana pulang, tapi kenapa pulang dalam keadaan tidak bernyawa,” jelasnya. Jenazah Jefri tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara menggunakan pesawat Citilink QG10. Jenazah kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans ke rumah duka. Diberitakan, Jefri merupakan salah satu korban pembunuhan yang dilakukan KKB di Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua.

Dia merupakan pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan jembatan Trans Papua. Hingga kini petugas telah menemukan 19 orang korban. Selain itu seorang prajurit TNI juga gugur. *Inc-15-snc