KPU Medan menunjukkan salah satu logistik

Medan-Intainews:Terkait pelaksanaan Pemilu serentak 2019, menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan Agussyah Damanik sangat riskan atau rentan terjadi konflik. Dia meyakini akan begitu banyak potensi masalah yang mungkin akan terjadi.

“Untuk pertama kalinya pemilu legislatif (Pileg) dan Pilpres digelar bersamaan. Total ada 5 kertas suara yang akan masyarakat coblos pada 17 April 2019, ada 5 kotak surat suara, salah memasukkan surat suara sangat mungkin terjadi. Begitu juga dengan salah perhitungannya,” ungkapnya kepada wartawan.

Selain itu, potensi masalah lain kata dia, lketika ada masyarakat yang pindah memilih, khususnya masyarakat yang berada dari luar Kota Medan. Misalnya ada yang pindah memilih dari Aceh, dia hanya bisa dapat 1 surat suara yakni surat suara Pilpres.

Nah, kalau dari Serdangbedagai (Sergai) yang pindah memilih ke Medan bisa dapat 2 surat suara yakni Pilpres dan DPR RI, karena Medan dan Sergai satu daerah pemilihan. “Ketika ada kelebihan pemberian surat suara muncul masalah baru. Makanya persoalan di Pemilu serentak 2019 ini komplek, dan riskan terhadap masalah,” ungkap Damanik.

Logistik Pemilu 2019

Untuk logistik Pemilu 2019, KPU Kota Medan mengaku telah menerima 80% pengadaan barang yang dikirimkan oleh KPU RI untuk digunakan pada Pileg dan Pilpres) 2019 mendatang. Bahkan yang 20 % terdiri dari kotak suara, bilik suara, tinta dan segel selesai Desember tahun ini.

“Pengadaan barang dari KPU RI sudah kita terima 80 persen. Kita simpan di 2 gudang kita,” terang Ketua KPU Medan, Agussyah Damanik ketika menijau gudang logistik KPU Medan di eks Bandara Polonia Jalan Perhubungan Medan Polonia, Rabu 5 Desember 2018.

Untuk kotak suara, KPU Medan membutuhkan 32.275 buah tetapi, yang baru diterima masih 31292. Sehingga masih kurang 983 kotak suara lagi. Sedangkan untuk bilik suara, ungkap Agussyah, KPU Medan butuh 23.239 dan baru diterima 22.599, masih terus menunggu 640 buah lagi.

Sementara pengadaan tinta yang dibutuhkan 12.784 buah baru diterima 12.689, kekurangannya sebanyak 86 buah. Untuk segel dibutuhkan 661.162, diterima 175.000 lembar dan masih kurangan 486.162 lembar lagi.

“Dari keempat jenis barang itu, sampai ke gudang kita tidak bersamaan. Kotak suara diterima 7 November, bilik suara 4 Desember, tinta dan segel masuk ke gudang 28 November dan 16 November 2018. Sampai sekarang ini proses pengiriman barang masih terus berjalan,” tukasnya.

Disinggung soal pengamanan gudang logistik agar tidak dibobol maling, Ketua KPU Medan ini menyebutkan selain lokasi gudang berada di lokasi penjagaan petugas TNI AU, KPU Medan juga telah bekerjasama dengan pihak kepolisian. *Inc-11