Fahri Hamzah. Foto Istimewa

Bogor-Intainews.com:Kali ini Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah bicara soal wartawan di DPR dan masa depan Senayan (Parlemen) itu. “Senayan itu tempat lahirnya Dewan Pers, tempat lahirnya institusi pers, juga tempat lahirnya inovasi-inovasi dalam pers. Dan saya juga minta di teman-teman itu ada divisi teknologi pers. Tolong ini diperhatikan,” katanya.

Fahri mengatakan itu saat membuka acara silaturahmi DPR RI Dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen Dalam Rangka Mewujudkan Parlemen Modern di Wisma Griya Sabha DPR RI, Cisarua, Bogor yang acaranya berlangsung 23-25 November 2018. Dihadiri ratusan wartawan sebagai peserta.

Di situ Fahri Hamzah mengaku kalau dirinya adalah orang yang anti media mainstreem, dalam pengertian sekarang ini tengah menghadapi sosial media (sosmed). Sosmed, lanjut dia, jangan dilawan dengan konglomerasi pers, tapi dilawan dengan agar setiap orang itu menjadi insan dari institusi pers.

“Terima kasih kepada pengurus wartawan Parlemen yang telah melakukan penertibkan anggotanya. Dan ini lah bedanya nanti dan teman-teman akan punya nama. Karena di luar sana, ada teknologi yang membolehkan hoaks dan berita bohong,” ujarnya mengingatkan.

Dikatakan Fahri, parlemen Indonesia tidak punya hak untuk manggil Mark Zuckerberg, pemilik facebook. Kemarin yang dia (Mark Zuckerberg) dipanggil Kongres Amerika, nangis-nangis minta maaf karena dirinya mengaku waktu membuat teknologi FB, tidak menyangka kalau yang dibuatnya, dipakai orang yang menyebarkan kebencian dan berita bohong.

“Dia (Mark Zuckerberg) minta maaf kepada Kongres dan rakyat Amerika. Padahal, kita juga korban dari hoaks dan berita bohong. Tadi saya melihat di televisi, presiden kita masih pidato soal fitnah yang diarahkan kepada dirinya. Malah saking kesalnya pak Jokowi bilang ‘saya tabok nanti’ yang memfitnahnya. Presiden kita jadi korban loch,” tutur Fahri Hamzah.

Lantas, dia pun menilai positif wartawan Parlemen yang mau mengorganisir dan mendisiplinkan diri sebagai sumber yang bertanggungjawab, dan ini sudah dimulai. Makanya Fahri berharap wartawan Parlemen ini menjadi dari champion silicon valley-nya dan tidak saja jurnalis, tetapi juga pengusaha entetnainment journalist yang punya merk dan kredibilitas.

“Tolong nanti pak Sekjen, agar pengurus baru saya minta tolong adalah satu armada dari pengurus intinya itu kita kirim untuk melawat beberapa forum-forum pers, pressroom yang hebat-hebat dan terkenal di dunia. Serius ini,” tukas Fahri. * tsc