Prabowo Subianto, Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Ada 5 kalimat yang dilontarkan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto saat kampanye di sejumlah kesempatan blunder di masyarakat. Narasi politik calon presiden itu pun beberapa kali menjadi sorotan.

Soal tampang Boyolali, misalnya Prabowo sempat diprotes oleh Forum Boyolali Bermartabat. Mereka menggelar aksi Save Tampang Boyolali Minggu (4/11). Tampang Boyolali bukan ujaran pertamanya. Sejak masa kampanye (23/10), saat kala bersafari politik, sebagaimana dinsir Tempo setidaknya ada lima ujaran Prabowo yang dinilai blunder. Berikut ini lima ujaran blunder tersebut.

1. Tampang Boyolali
Prabowo mengujarkan kalimat tampang Boyolali saat ia bersafari politik di Boyolali, Jawa Tengah, 30 Oktober lalu. Pernyataan itu ditujukan kepada audiens kampanyenya yang rata-rata adalah warga Boyolali.

Prabowo mengatakan ada ketimpangan sosial antara warga kota seperti di Jakarta, dan pedesaan, seperti di Boyolali. Prabowo bercerita, di kota-kota besar, terdapat hotel mewah bintang lima yang rasanya sulit terjangkau kalangan akar rumput.

Ia lantas bercanda, masyarakat pedesaan seperti di Boyolali tak mungkin mampu menginap di hotel-hotel tersebut. Jangankan menginap, kata Prabowo, mengucapkan nama hotelnya saja mereka tidak fasih.

“Kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian ya tampang Boyolali ini. Betul?” tanya Prabowo. Prabowo kemudian minta maaf melalui juru bicara kubunya, Dahnil Anzar Simanjuntak.

2. Terima Sembako dan Uang Suap
Pada akhir Juni lalu, Prabowo sempat memberikan pernyataan kontroversial. Ia menyampaikan sembako dan uang suap pada dasarnya merupakan hak rakyat. Prabowo meyakini uang yang digunakan untuk menyuap itu merupakan uang haram yang berasal dari rakyat Indonesia pula.

Ujaran Prabowo itu memperoleh protes dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Sunanto menyebut hal itu tidak mencerdaskan. Kalimat yang diunggah prabowo melalui video ke media sosial itu diceletukkan karena alasan sulitnya masyarakat memperoleh sembako dan beras.

3. Setop Impor
Belum lama ini, Prabowo mengatakan hendak mengurangi secara masif intensitas impor bahan-bahan pokok. Ia bahkan ingin menyetop tindak pemerintah yang terus-terusan mendatangkan pangan dari negara lain.

Ungkapan ini diujarkan Prabowo dalam acara Tabligh Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di Gelanggang Olahraga Gor Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (4/11) Prabowo mengatakan tidak akan memberlakukan impor bila terpilih menjadi Presiden.

“Saya bersaksi, kalau saya menerima amanat bangsa Indonesia, saya akan membuat Indonesia berdiri di kaki sendiri. Kita tak perlu impor saudara-saudara. Kita harus mampu swasembada pangan. Tidak perlu kirim Rp 3 miliar lebih untuk bayar bahan bakar,” katanya.

4. Pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem
Dalam agenda Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Shangri-La Jakarta pada Rabu lalu, Prabowo sempat berkomentar soal rencana pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Untuk pemindahan kedutaan, saya belum membaca soal keputusan Australia memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Kita sebagai pendukung Palestina, kita tentu punya pendapat sendiri. Tapi Australia juga merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus menghormati kedaulatan mereka,” kata Prabowo.
Pernyataan Prabowo ini menjawab pertanyaan wartawan asing.

Atas pernyatannya tersebut, Prabowo menuai protes sejumlah pihak. Anggota Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengatakan Prabowo blunder. Sebab, Indonesia dengan sikapnya membela Palestina seharusnya memprotes rencana pemindahan kedubes itu.

5.Menyinggung Profesi Tukang Ojek
Prabowo baru saja membuat pernyataan kontroversial seputar ojek. Ia menyoalkan anak-anak muda yang berprofesi sebagai tukang ojek. Dalam kampanyenya di Jakarta Selatan pada 21 November 2018, ia mengatakan perjalanan karir pemuda setelah lulus SMA akan menjadi tukang ojek.

“Ada meme yang menunjukkan perjalanan karir pemuda Indonesia setelah lulus sekolah dari SD sampai SMA akan menjadi tukang ojek,” katanya. Prabowo mengungkapkan pernyataan itu sampil menunjukkan sebuah meme.

Meme itu menampilkan topi bergambar logo Tut Wuri Handayani berwarna merah, yang menggambarkan tingkat sekolah dasar (SD). Sedangkan di sisi ujung belakang gambar, terdapat gambar sebuah helm berwarna hijau yang menyimbolkan seorang pengemudi ojek berplatform daring.