Nur Alia Lase

Gununhsitoli-Intainews.com:Bawaslu Kota Gunungsitoli mengungkapkan belum ada partai politik di kota Gunungsitoli yang mendaftarkan akun media sosial (medsos) aktif kepada Bawaslu untuk pengawasan.

Bawaslu hanya bisa melindungi akun media sosial yang terdaftar dan tidak melanggar UU ITE, sedangkan akun yang tidak terdaftar akan dikenakan UU ITE jika melakukan ujaran kebencian.

Hal tersebut diungkapkan koordinator Pengawasan dan hubungan antar lembaga, Bawaslu Kota Gunungsitoli Nur Alia Lase pada sosialisasi peningkatan pengawasan yang digelar Bawaslu Kota Gunungsitoli di Grand Kartika Restaurant, Kota Gunubgsitoli, Sumatera Utara, Rabu 21 November 2018.

Nur Alias Lase memberitahu Bawaslu telah menyurati KPU untuk meminta akun aktif parpol yang telah didaftarkan kepada KPU guna pelaksanaan pengawasan. Namun KPU Gunungsitoli mengaku belum ada parpol yang telah mendaftarkan akun aktif.

Selain akun aktif, Bawaslu juga mengungkapkan parpol belum menyerahkan kepada Bawaslu salinan dokumen parpol yang telah diserahkan kepada KPU. Padahal sesuai peraturan Bawaslu pasal 23 ayat 7, seluruh dokumen yang telah disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum wajib diserahkan salinannya kepada Bawaslu.

Sehingga Bawaslu wajib memiliki salinan dokumen yang disampaikan Parpol ke KPU agar bisa menjalankan pengawasan. “Apa yang kita awasi kalau Bawaslu tidak punya salinan dokumen parpol yang telah diserahkan kepada KPU,” ucapnya. Parpol di Gunungsitoli diimbau menyerahkan kepada Bawaslu salinan dokumen yang telah disampaikan kepada KPU. * Inc-12