Ilustrasi. Salahsatu G Zone digrebek di Sumatera Utara. Foto Istimewa

Kisaran-Intainews.com:Setelah 6 dari 7 lokasi game zone tutup, masyarakat Kota Kisaran masih menyaksikan, satu lagi game zone yang berada di dekat lampu merah SM Raja masih terus beroperasi. Menurut Kadisporapar Asahan Andre Simatupang, sebaiknya semua ditutup.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kabupaten Asahan Andre Simatupang, melalui Kabid Porapar Fadly Siagian, kepada Intainews.com Kamis 8 November 2018 menegaskan sebaiknya game zone yang ada di Kabupaten Asahan Sumatera Utara ditutup, karena sudah meresahkan masyarakat.

“Khususnya telah meresahkan warga Kota Kisaran yang menurut Bupati Taufan Gama Asahan, Kisaran adalah kota religius,” ungkap Fadly Siagian melalui telepon seluler miliknya. Ditambahkannya pada Jumat 16 November 2018 akan dilakukan pertemuan di Disporapar, menyangkut game zone yang meresahkan masyarakat.

Pertemuan itu akan dihadiri Kapolres Asahan, Dinas Perizinan, Satpol PP Asahan, MUI Asahan, tokoh agama dan unsur masyarakat. Pertemuan itu dibenarkan Kabid Trantibum Satpol PP Kabupaten Asahan Siti Rosmita yang pihaknya sudah diberitahu soal pertemuan itu.

Sementara itu pihaknya mengakui, sebelumnya sudah melakukan teguran yang sama dengan semua game zone yang sudah resahkan masyarakat. Satpol PP Kabupaten Asahan sudah mengeluarkan teguran pertama (1) kepada semua pengusaha permainan game termasuk lokasi yang di Jalan SM Raja itu.

“Kami sudah berikan surat apabila dalam 15 hari ke depan ditemukan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) kami tidak segan-segan untuk menutup lokasi permainan game zone tersebut,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat Kabupaten Asahan, Sumatera Utara yang juga praktisi hukum Tumpak Nainggolan SH, terkait game zone yang masih beroperasi, ikut angkat suara, jika terbukti adanya judi di permainan game zone berkedok ketangkasan itu harus ditindak tegas.

“Selaku warga Asahan saya meminta kepada pihak yang berwenang untuk menindak tegas semua bentuk perjudian apapun namanya,” tegasnya. Selain Tumpak, sebelumnya tokoh masyarakat Asahan terdiri dari Ketua MUI Kabupaten Asahan H Salman Tanjung, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Fron Pembela Islam (FPI ) Rudi Hartono, wakil ketua DPRD Asahan Dahrun Hutagaol SH, Ketua Pemuda Muhammadiyah Asahan Rosmansyah, STP senada berharap game zone diduga ‘judi terselubung’ ditutup. *Inc-10