Ilustrasi.Istimewa

Catatan Intainews.com

DIMULAI dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS resmi mencopot 8 dari 9 Pimpinan Wilayah (PW) PKS Sumatera Utara (Sumut), berujung pernyataan mundurnya pengurus dan kader di berbagai daerah.

Pencopotan PW Rabu (17/8) di hotel Madani Medan, dilanjutkan pelantikan pengurus PKS Sumut yang baru oleh Ketua DPP PKS wilda Sumbagut, H Tifatul Sembiring, menurut yang mengundurkan diri menjadi penyebab.

Informasi dihimpun Sabtu 20 Oktober 2018, ketua DPD PKS Tapanuli Selatan (Tapsel), H Edi Edi Hasan menyatakan keputusan mundur diambil sebagai bentuk protes. Pengunduran dirinya diikuti pengurus lainnya baik di DPD dan DPC Seperti Ketua Bidang Pemilu dan Pilkada, Murda Ningrat dan Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Hj Ikhwani Batubara.

“Saya dan jajaran pengurus menyatakan mundur sebagai bentuk protes terhadap kebijakan DPP yang semena-mena dan tidak mementingkan nasib daerah jelang Pemilu,” ujar Edy Hasan.

Tak sampai di situ, seluruh DPD PKS Binjai dan para kader juga mundur. Ketua Umum PKS Kota Binjai Fitra Syamsurizal, Sabtu 20 Oktober 2018, di Koetaradja Coffe, Jalan Perintis Kemerdekaan, menyatakan seluruh pengurus DPD PKS dan kadernya mundur dari kepengurusan keanggotaan PKS Kota Binjai.

Pernyataan sikap untuk mundur dan berhenti dari keanggotaan PKS merupakan dampak dari pencopotan delapan dari sembilan pengurus PKS Sumut oleh DPP PKS. Menurut Fitra, pernyataan sikap dibuat setelah mencermati dinamika internal setahun terakhir PKS dan memuncak pada pencopotan delapan pengurus PKS Sumut.

H Edi Hasan Nasution, Lc. Foto Istimewa

Tak Tahu Alasan Pencopotan

Konflik, ungkapnya, dikhawatirkan menjurus ke personal dan merusak ukhuwah islamiyah sesama kader PKS. Pencopotan delapan dari sembilan pimpinan PKS Sumut puncak pembelahan dan memperkeruh konflik internal PKS.

Fitra mengakui, pencopotan itu upaya bersih-bersih dan menyingkirkan kelompok tertentu dan tidak mencerminkan karakter PKS dalam menyelesaikan persoalan. Bagi kami persaudaraan sesama muslim dan anak bangsa menjadi prioritas dari apapun, termasuk dalam kegiatan politik.

Ketua DPD PKS Kota Tebingtinggi, Wan Syawal juga menyatakan mundur. Wan menilai keputusan DPP PKS yang melakukan perombakan kepengurusan, malah membuat masalah semakin meruncing.

Sebelumnya Tifatul Sembiring menyampaikan pergantian ini merupakan dinamika yang wajar dalam mengkalkulasi komposisi yang tepat untuk menghadapi kompetisi pemilu legislatif 2019 mendatang.

Namun, Ketua Umum DPW PKS Sumut yang telah dicopot, H M Hafez ketika dikonfirmasi terkait alasan pencopotan dirinya dan pimpinan lainnya mengaku, tidak mengetahui alasan pencopotan tersebut.

PKS Binjai mengundurkan diri

“Saya tidak tau alasan pencopotan tersebut, namun saya dan kepengurusan PKS selama ini sudah berusaha maksimal dalam menjalankan keputusan Partai, kami sudah menyelesaikan semua tahapan pemilu legislatif seperti verifikasi partai,“ ujar Hafez

Ketua DPW PKS, Hariyanto Santai

Sementara pimpinan Fraksi PKS DPRD Medan H Rajudin Sagala, Kamis (19/10), menyebut kepada wartawan, tidak ada perpecahan. “Tidak benar ada Perpecahan di tubuh partai PKS pasca perggantian 8 pimpinan wilayah di Sumut ini,” jelasnya.

Rotasi, ujarnya, merupakan hal yang wajar di tubuh partai PKS. Kalau ada yang beranggapan adanya diskriminasi pembersihan akan keberpihakan para pimpinan di kubu PKS, berita yang tersebar itu salah besar. PKS selalu mengedepankan ukhuwah islamiyah di kehidupan berbangsa, bernegara dan berorganisasi,” tukas Rajudin.

Sementara pengamat politik Sumut yang juga dosen FISIP USU, Yurial Arief Lubis menanggapi pergantian ini terlalu berisiko bagi PKS. Perombakan pimpinan PKS di detik-detik pemilu pasti berdampak pada kinerja mesin partai menjelang pemilu legislatif dan pemilu presiden mendatang.

Dan, ketua DPW PKS Provinsi Sumut, Hariyanto santai menanggapi keputusan sejumlah pengurus di daerah yang mengundurkan diri. Menurutnya, riak-riak tersebut sebenarnya sudah lama terjadi di internal PKS. Bahkan, ia menyebut hal itu yang menjadi dasar perombakan kepengurusan di DPW PKS Sumut.

Mantan Ketua DPD PKS Kabupaten Deliserdang itu berjanji akan merapikan seluruh kepengurusan yang ada di daerah.”Nanti akan ada konsolidasi dengan seluruh pengurus daerah,” tegasnya.*Inc-03