Gunungsitoli-Intainews.com:Pemko Gunungsitoli membongkar situs sejarah tugu meriam yang ada di kelurahan ilir, kecamatan gunungsitoli, kota gunungsitoli, Sumatera Utara (foto). Pembongkaran situs sejarah perjuangan masyarakat nias dibongkar Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kota gunungsitoli tanpa sosialisasi.

Kepala Dinas PUPR Kota Gunungsitoli Ampelius Nazara yang dihubungi, mengatakan situs sejarah tersebut bukan dihancurkan tetapi dipugar. “Kita hanya memugar situs sejarah tugu meriam, bukan dihancurkan,” ujarnya. Situs sejarah tugu meriam tersebut menurut Ampelius akan dibuat lebih tinggi dan dipasang keramik. “Kita hanya memugar untuk ditinggikan dan bentuknya tetap dipertahankan,” terangnya.

Tokoh masyarakat kelurahan ilir, Mazdan Almadali yang ditemui Kamis 27 September 2018 berterima kasih atas perhatian Pemko Gunungsitoli terhadap situs sejarah tugu meriam. Dia berharap sebelum bangunan lama dihancurkan, Pemko Gunungsitoli terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada warga sekitar.

Menurut dia, pembangunan tugu tersebut sebelumnya adalah kerjasama seluruh warga dan memiliki nilai historis yang tinggi. Hal berbeda disampaikan direktur museum pusaka nias Nata,alui Duha, situs meriam di kelurahan ilir dan desa mudik merupakan cagar budaya yang dilindungi undang undang.

Dari Nata,alui diketahui jika meriam di kelurahan adalah simbol basis Minang yang masuk di Nias pada tahun 1690. Sedangkan meriam di desa mudik simbol basia Aceh atau Polem yang masuk di Nias tahun 1652.* Inc-12