Kabagren Kompol La Gomo saat memberi keterangan

Tanjungbalai-Intainews.com:Di tengah hari libur 1 Muharram 1340 H, massa dari berbagai elemen masyarakat Tanjungbalai terus berunjuk rasa dengan membakar ban bekas di halaman gedung DPRD Kota Tanjungbalai, Selasa siang 11 September 2018.

Mereka memprotes tewasnya seorang nelayan Suharsono (38) dan 2 orang kritis Irwansyah (31), Agus Salim (30) saat mencari kerang di perairan Dumai, Kepulauan Riau yang diduga terkena tembakan oknum personel Pol Air Polres Rokan Hilir pada Minggu (9/9).

Pagi hari, massa demo di depan Mapolres dan rumah dinas Walikota Tanjungbalai. Dalam orasinya, massa melalui juru bicara Andrian Sulin bersikukuh tidak memadamkan kobaran api dari yang dibakar sebelum anggota dewan hadir menyahuti aspirasi mereka untuk ikut berperan aktif menyelesaikan kasus nelayan kerang asal Tanjungbalai yanag terkena tembakan.

Meski hujan lebat melanda wilayah Kota Tanjungbalai, namun tidak menyurutkan semangat massa berunjuk rasa. Andrian terus mendesak para wakil rakyat harus ikut bertanggungjawab terhadap musibah yang menimpa nelayan kerang Tanjungbalai.
Terkait kasus nelayan kerang yang tewas terkena tembakan, Walikota Tanjungbalai HM Syahrial menyatakan turut prihatin dan berduka atas musibah yang menimpa nelayan kerang tersebut.

Sebelumnya, di Mapolres Tanjungbalai saat menerima pengunjuk rasa, Kapolres Rohil melalui Kabagren Kompol La Gomo menyatakan, kejadian yang menimpa nelayan kerang tersebut tidak dikehendaki, dan situasi di lapangan tentu berbeda.

Terkait kasus ini, kata La Gomo, Kapolres Rohil akan menindak tegas anggota yang menyalahgunakan wewenang dan melanggar aturan. “Saat ini ada anggota yang tersinyalir menyalahi aturan hukum yang sedang ditangani oleh pihak Propam Polda Riau, dan semua pihak silakan mengawal proses hukumnya,” tegasnya.

Kabagren La Gomo menambahkan, ketidakhadiran Kapolres Rohil ke Tanjungbalai dikarenakan sedang mengawal dan menangani proses perawatan 2 korban yamg saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Adam Malik Medan.

“Saya tidak berhak melakukan tindakan hukum terhadap persoalan yang dilakukan Satpol Air. Tetapi, saya akan membantu nelayan mengawal perkara sampai tuntas. Kalau ditemukan kesalahan prosedur, Satpol Air akan dilakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku.

“Informasi dari Polres Rohil ada tiga nama anggota yang diduga sudah diperiksa Propam,” ujarnya. Korban tewas adalah Suwarsono alias Manggor (40). Jenazahnya tiba di salah satu dermaga gudang di Teluk Nibung, Tanjungbalai, Senin (10/9). *Mbc