Edy Rahmayadi (kanan) dan Musa Rajeckshah. Foto istimewa

Medan-Intainews.com:Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, Presiden Joko Widodo akan melantik delapan gubernur terpilih dalam pilkada 2018 lebih cepat, yakni pada Rabu 5 September 2018. Pelantikan lebih cepat dari yang dijadwalkan KPU karena tidak ada gugatan terhadap delapan gubernur tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

Kepala daerah delapan provinsi yang akan dilantik adalah Gubernur terpilih Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan Sudirman Sulaiman, Sulawesi Tenggara, Ali Mazi dan Lukman Abunawas, kemudian Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan Taj Yasin Maimoen.

Gubernur terpilih Bali, I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Ria Norsan, Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi, dan Gubernur terpilih Papua Lukas Enembe dan Klemen Tinal

“Delapan daerah ini sudah tidak ada gugatan ke MK, walaupun antara KPU dibatasi tahapannya hinggal 16 September. Tetapi setelah dicek tidak ada gugatan maka bisa dipercepat,” ujar Tjahjo di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 4 September 2018.

Tjahjo berujar, terkait gubernur terpilih yang terjerat kasus korupsi, ia berkeinginan hanya wakilnya yang dilantik. Namun, hal itu, masih menjadi perdebatan. Karena, jika ia tidak melantik kepala daerah terpilih bisa berimplikasi pada gugatan ke PTUN. “Jadi belum diambil putusan. Masih ada satu cagub yang ditahan, tapi belum memiliki kekuatan hukum tetap, namun ia masih dilantik tahun depan,” kata Tjahjo. *Mtc