Workshop Bank Sumut-Ikatan Wartawan Online (IWO) di Parapat

Parapat-Intainews.com:Untuk menggunakan jasa bank, baik bank umum maupun bank perkreditan, sebaiknya harus melihat beberapa faktor salah satunya harus melihat apakah bank yang dipilih termasuk bank sehat.

Gunanya untuk menghindari kehilangan tabungan, Deposito,Giro atau transaksi lainnya yang dilakukan di bank. Hal itu diungkapkan Pemimpin Bank Sumut KCP Pasar Martubung Virza Ilham Zaini,ST MSi, saat menjadi narasumber pada Workshop Jurnalistik Perbankan 2018 Bank Sumut bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumut Jumat 31 Agustus 2018) di Hotel Niagara, Parapat.

Bank Sehat sesuai peraturan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah bank yang bisa mengatasi 8 risiko. Yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, resiko strategik, risiko kepatuhan dan risiko reputasi.

Bank Sumut, tegasnya, saat ini masuk dalam kategori bank sehat, selain dapat mengelola 8 risiko yang ditetapkan OJK, faktor lain, level Loant to Deposite Ratio (LDR) Bank Sumut juga menunjukkan angka yang menggembirakan.

Antara lain ditahun 2017 berada di level 92 % dari LDR yang ditetapkan OJK 78 %. Sedangkan rasio kredit Bermasalah atau Non Performing Lian (NPL) pada tahun 2017 berada di level di bawah 5 % yakni 4,38 %.

“Untuk terus bertahan sebagai salah satu bank sehat di tengah persaingan perbankan di Sumatera Utara, Bank Sumut fokus melakukan pengelolaan risiko. Salah satunya mengelola resiko kredit macet dengan membentuk tim khusus di samping adanya tim analisis yang sudah berlangsung selama ini,” paparnya.

Selain itu, tingkat kesehatan bank juga dapat dilihat dari kemampuan bank dalam menghasilkan laba bagi pemegang saham melalui indikator pertumbuhan laba dan rasio profitabilitas seperti Return on Asset (ROA) dan Returt on Equity (ROE).

“Bank Sumut sendiri pertumbuhan laba dan rasio profitabilitas seperti ROA tahun 2017 2,65 % dari Bench Mark <1,25 %, dan ROE-nya tahun 2017 22,43% dari Bench Mark <12,5%,” tandasnya. *Inc-03