Joni satu meja dengan Presiden Jkowi. Mensesneg Pratikno dan Wakil presiden Jusuf Kalla membelakangi lensa

Jakarta-Intainews.Com:Yohanes Ande Kala alias Joni, tidak pernah menyangka kalau dirinya yang memanjat tiang bendera setinggi 20 meter untuk menyelematkan tali bendera merah putih yang sangkut di puncak, membawanya bisa duduk semeja dengan Presiden dan Wakil Presiden RI (foto).

Tidak sampai di situ, Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi memenuhi permintaannya untuk dibuatkan rumah, bisa jadi tentara dan dapat sepeda. Presiden Jokowi memenuhi permintaan Yohanes Ande Kala atau Joni, siswa kelas 1 SMP Negeri Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang telah melakukan aksi heroik memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI, di Belu, NTT, Jumat 17 Agustus 2018.

Sebelumnya, saat bertemu dalam acara silaturahim dengan para teladan di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/8) siang, Presiden Jokowi sempat bertanya kepada Joni minta apa saja kepada dirinya. Yang dijawab Joni, dengan kata-kata sepeda, minta dibuatkan rumah, dan jadi tentara.

“Sudah itu saja. Sepeda sama rumah. Ya sudah. Nanti saya tanya lagi tambah lagi nanti kamu. Ya sudah, nanti saya titip ya, belajar yang baik. Kan juga sudah dapat beasiswa kan. Belajar yang baik, bekerja keras hingga bisa meraih cita-citamu,” kata Presiden menjawab permintaan Joni.

Kemudian, saat Presiden kembali bertanya ingin jadi apa? Joni buru-buru menjawab tentara. “Jadi tentara. Ya sudah nanti langsung daftar ke Panglima. Langsung diterima kamu. Jaga kesehatan. Kesehatan dijaga semua ya,” jawab Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengaku kaget melihat rekaman video Joni memanjat tiang bendera setinggi 20 meter. Ia meyakini, mereka yang hadir dalam acara silaturahim dengan para teladan tidak akan ada yang berani menirukan Joni memanjat tiang bendera setinggi itu.

“Jon, kamu tahu ya. Apa yang kamu lakukan menaiki tiang itu adalah bahaya loh, bahaya. Terus terang saya waktu melihat itu mikir khawatir dan cemas. Gimana, kok enggak takut menaiki yang tiangnya kecil dan katanya itu pas kamu sakit perut gitu ya. Gimana, gimana?” tanya Presiden Jokowi membuka dialog dengan Joni.

Presiden Jokowi menilai aksi heroik yang dilakukan Joni adalah sesuatu yang membahayakan, dan juga harus diingatkan. Tapi Presiden menilai, itulah keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih Joni, ingin agar merah putih terus berkibar di Kabupaten Belu.

Selanjutnya, Presiden kemudian meminta Mensesneg Pratikno, agar membawa Joni melihat-lihat Dunia Fantasi dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).*Inc-04-Tid