Ilustrasi. Istimewa

OLEH ADI GINANJAR *

Sebaiknya Joko Widodo segera bertemu dengan Prabowo Subianto untuk melakukan islah dan mendorong masing-masing segera melakukan rekonsiliasi demi keutuhan dan kemajuan bangsa.

Intainews.com:PASCA pemilu legislatif dan presiden 17 April 2019 kita menemukan dua fenomena yang Nampak bertolakbelakang, yakni harapan dan kekhawatiran. Harapan akan tumbuh dan kembang demokrasi ditandai dengan pemilu yang berlangsung Antusiasme warga Negara terlihat dari tingkat partisipasi yang mencapai 81,78persen.

Cukup fenomenal dibanding partisipasi pilprestahun 2009 yang 71,7 persendanpilpres 2014 yang bahkan hanya 69,8 persen. Jajak pendapat Kompas menemukan bahwa, dalam pemilu yang baru lalu, 84 persen respon den menyatakan tidak mengalami hambatan apapun dalam menggunakan hak pilih mereka. Tetapi pemilu tempo hari juga menyisakan kekhawatiran terkait dengan kontestasi politik yang sangat tinggi, bahkan berbau zero-sum game, di mana keuntungan suatu pihak setara dengan kerugian pihak lain.

Selalu ada pihak yang kalah, sehingga keuntungannya adalah nol. Polarisasi di masyarakat semakin mengeras, kian sarat dengan nuansa agama dan etnis. Tidak lagi sekadar politis. Bahkan fase penghitungan suara diwarnai dengan adanya tuduhan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

Demi persatuan dan kesatuan bangsa, situasi panas ini harus segera didinginkan dengan rekonsiliasi, baik di kalangan elite politik maupun pendukung di akar rumput. Upaya rekonsiliasi yang ditawarkan Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama adalah hal yang baik dan perlu diteruskan dalam wujud konkret.

Para kontestan harus legawa untuk tidak membuat klaim kemenangan sepihak, harus dengan sabar menunggu hasil perhitungan KPU sebagai satu-satunya lembaga resmi yang berwenang menurut undang-undang. Para kontestan harus menghargai demokrasi yang sangat mahal, apalagi dengan banyaknya petugas KPPS, anggota Bawaslu dan aparat pengamanan yang meninggal dunia.

Semua pihak harus berlapang dada menerima kekurangan yang ada untuk kelak diperbaiki. Semua pihak hendaknya berpegang pada proses politik berdasarkan kebenaran dan ketentuan hokum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebaiknya Joko Widodo segera bertemu dengan Prabowo Subianto untuk melakukan islah dan mendorong masing-masing segera melakukan rekonsiliasi demi keutuhan dan kemajuan bangsa.

* Penulis adalah, Kontributor Lembaga Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

  • Setiap karya tulis opini disiarkan di kolom Kontemplasi ini, menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini, maka sesuai aturan pers dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis opini, dan Redaksi akan menyiarkan tulisan tersebut secara berimbang.