WNI di Malaysia memberikan suaranya di Pemilu 2019. Foto istimewa

OLEH KEVIN ANTARA *

“Dear rakyat Indonesia, terlepas siapapun yang menang pada Pemilu 2019 ini kita tidak boleh tercerai berai. Kita harus tetap bersatu.”

Intainews.com:SEPERTI yang selama ini kita ketahui, semboyan utama Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, yakni berbeda-beda tapi tetap satu. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya ras, suku, dan agama yang mendiami tanah air yang begitu kita cintai ini.

Persatuan di negara Indonesia ini sudah tertanam semenjak dahulu kala. Hal ini dibuktikan dengan adanya kegiatan gotong royong dan musyawarah bersama yang merupakan sebuah kebiasaan yang tidak dapat dilepaskan dari rakyat Indonesia.

Kebiasaan rakyat Indonesia dalam gotong royong dan musyawarah membuat rasa kekeluargaan serta rasa persatuan timbul. Rasa persatuan yang dipupuk dalam praktik gotong royong ini membuat keberagaman yang ada terlihat indah. Itulah mengapa keberagaman harus dikelola dengan baik sebab apabila keberagaman dikelola secara baik apa yang dihasilkan adalah energi yang luar biasa besarnya.

Namun sebaliknya, jika pengelolaannya semrawut, keberagaman yang ada hanya akan menghasilkan perpecahan antar golongan. Pada masa kemerdekaan, semangat ‘Persatuan Indonesia’ merupakan faktor inti yang melecut motivasi dan semangat para pejuang Indonesia.

Hal ini seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi: ‘Dan perjuangan pergerakan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur’.

Semangat persatuan ini sangat penting untuk dipertahankan demi memajukan Indonesia menuju arah yang lebih baik dan beradab. Kita semua harus bersatu agar status negara kita naik drajatnya dari yang sebelumnya merupakan negara berkembang menjadi negara maju di mata dunia dan internasional.

Indonesia yang dikenal maju di mata internasional merupakan cita-cita utama para pejuang kemerdekaan dan founding father bangsa ini. Ketika negara ini telah maju secara ekonomi, pembangunan, maupun sarana dan pra-sarananya, maka perjuangan mereka yang telah rela menyerahkan nyawanya untuk kedaulatan negara Indonesia yang sangat kita cintai tidak akan menguap begitu saja dan sia-sia.

Untuk itulah, sebagai rakyat Indonesia yang melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang, setelah gelaran Pemilihan umum 2019 usai kini maka apa yang harus kita lakukan adalah tetap menjaga persatuan seperti yang selama ini kita tampakkan di hadapan negara-negara lain yang sepertinya meremehkan kita. Terlepas siapapun yang menang pada Pemilu 2019 ini kita tidak boleh tercerai berai.

Kita harus tetap bersatu sehingga program-program mampu kita lanjutkan untuk memajukan Indonesia dapat terlaksana dengan baik sehingga generasi penerus kita bisa mencontoh apa yang kita lakukan di masa kini tatkala mereka nantinya yang akan meneruskan estafet kepemimpinan di negeri ini.

Dear rakyat Indonesia, Mari Kita Dukung Hasil Pemilu 2019 untuk Kemajuan Bangsa Indonesia yang maju, makmur, dan disegani di mata internasional. Mari rajut persatuan dan terus kita lawan hoaks serta oknum oknum yang terus berusaha memecah belah persatuan untuk memaksakan kehendaknya.

NKRI harga mati dan Lqncasila Jiwa dan Falsafah kita mari kita pertahankan dengan bergandengan tangan menuju kemajuan bangsa.Kita Semua Saudara Sebangsa, Mari Dukung Hasil Pemilu 2019 dengan Damai dan Bermartabat
Pencoblosan sudah selesai dan tahapan selanjutnya Pemilu 2019 sedang berlangsung , dalam beberapa waktu ke depan pesta demokrasi akan berkahir dengan terpilihnya kepemimpinan nasional dan perwakilan perwakilan pollitik di parlemen.

Bangsa kita yang sedang membangun peradaban politik yang sehat, melalui Pemilu yang berintegritas menjadi jalan utama dalam memperkuat dan memperkokoh tegaknya demokrasi di negara kita. Yaitu demokrasi yang sesuai dengan adat dan budaya bangsa Indonesia yang bermartabat.

Sebenarnya prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu yang disusun oleh komisi pemilihan umum (KPU) sudah sangat ideal, sehingga jika menginginkan hasil pemilu yang demokratis, bermartabat dan berkualitas, maka baik penyelenggara pemilu tingkat pusat maupun tingkat terbawah wajib memegang teguh dan melaksanakan prinsip-prinsip Pemilu tersebut.

Namun faktanya permasalahan pelanggaran Pemilu masih terjadi dan hal tersebut sangat mungkin dikarenakan sistem Pemilu kita yang merupakan sistem Pemilu paling kompleksitas sebagai sebuah konsekwensi logis dari sebuah negara demokrasi besar. Namun hal ini menjadikan bangsa Indonesia terus berupaya menyempurnakan dan meningkatkan agar kualitas dan integritas Pemilu di Indonesia menjadi semakin baik dan semakin berkualitas.

Selain permaslaahan tersebut diatas diatas dan ditambah lagi dengan permasalahan di era kekinian yaitu maraknya hoax dan ujaran-ujaran kebencian yang menjadi trend baru sebagai konsekwensi sisi negatif dari perkembangan IT komunikasi yang ditandai dengan munculnya news media yaitu media sosial yang digunakan dengan cara negatif.

Masalah lainnya yaitu sistem kapitalis Pemilu yang membutuhkan Pemilu berbiaya tinggi, karena jika tidak siap dengan kualitas pollitisinya maka akan menghasilkan politisi politisi korup. Potensi masalah selanjutnya adalah tumbuhnya konflik politik yang tidak akan ada habisnya. Jika suatu kontestasi demokrasi dirancang untuk mempolitisasi potensi konflik di masyarakat khususnya isu SARA yang dijadikan ajang politisasi yang hanya sekdar untuk meraup suara tanpa mengindahkan asas kompetitif yang fair dan bermartabat sehingga pemilu dapat tidak berintegritas dan berkualitas.

Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemimpin dan perwakilan yang demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pemilu telah digelar di berbagai negara dan menjadi semacam tradisi dalam suatu periode tertentu, baik di negara yang telah maju demokrasinya maupun negara yang masih dalam proses transisi menuju demokrasi.

Di berbagai tempat Penyelenggaran menunjukkan bahwa pemilu tidak bisa lepas dari berbagai permasalahan baik itu pelanggaran dan kecurangan Pemilu serta tingkat pastisipatif pemilih. Dalam konteks diatas, konsep pemilu berintegritas menjadi penting sebagai jiwa dalam berdemokrasi dan tanggung jawab kita semua untuk berperan aktif.

Tidak hanya penyelenggara pemilu, seperti KPU, Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, semua pihak harus bahu membahu mensukseskan pemilu berkualitas dan berintegritas bagi kepentingan kemajuan demokrasi sebagai sebuah ikatan dan kontrak moral untuk kemajuan bangsa dan negaranya, karena melalui penyelenggaraan Pemilu berintegritas akan dihasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berkualitas dan berintegritas pula.
Akan membawa menuju perubahan peradaban kepada bangsa dan negara yang lebih baik. Maka dari itu kita semua harus legawa dalam menerima terkait hasil apapun yang nantinya kita dapatkan. Mari kita dukung hasil pemilu secara damai dan bermartabat. Bangsa Indonesia merupakan bangsa dengan budaya yang tinggi.

Keramahan dan ketulusan adalah modal yang paling utama untuk menguasai dunia. Kita memberi pada sesama, mari kita mengajak bukan mengejek. Mari kita merangkul bukan memukul. Saya, kamu, kita semua adalah saudara sebangsa, mari kita dukung hasil pemilu 2019 dengan damai dan bermartabat. Demi keberlanajutan pembangunan Indonesia dan kehormatan bangsa menuju bangsa yang maju dan disegani bangsa lain.

* Penulis adalah, Blogger Tapanuli Selatan

• Setiap karya tulis opini disiarkan di kolom Kontemplasi ini, menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini, maka sesuai aturan pers dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis opini, dan Redaksi akan menyiarkan tulisan tersebut secara berimbang.