Ilustrasi .Istimewa

OLEH SHINTA NURJANAH *

Intainews.com:SEKRETARIS Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menyebut Partai Bulan Bintang (PBB) memperkuat basis suara di empat provinsi di mana pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pernah mengalami kekalahan di Pilpres 2014. Hal itu disampaikan Hasto, merespons dukungan PBB kepada pasangan calon nomor urut 01 itu dalam Pilpres 2019.Hasto menyatakan basis ideologi Islam yang dimiliki PBB dapat memperkuat dukungan bagi Jokowi-Ma’ruf di wilayah Sumatra Barat, Aceh, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. Hasto pun turut berharap agar PBB bisa menggarap suara di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Pilpres 2019.

Sebelumnya, pada 30 November 2018 lalu, Presiden Jokowi telah menerima kunjungan KetuaUmum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Yusril yang sebelumnya telah sepakat dan menerima tawaran menjadi pengacara pasangan Calon Presiden nomor urut 01 ini, menemui Presiden Jokowi untuk membahas masalah negara, terutama masalah ketatanegaraan. Seusai pertemuanitu, Yusril memberi isyarat bahwa partainya akanmendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Profesor yang pernah menjadi Guru Besar UI itu menerangkan bahwa PBB akan menentukan sikap politik di Pemilu 2019 pada Januari 2019. Dukungan partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra inipun telah diumumkan dalam Rakernas PBB beberapa waktu lalu. Meski tidak menampik di internal PBB ada dinamika, pro dan kontra. Mantan Sekretris Negara di era SBY itu meyakini bahwa internal partainya akan seiring sejalan dengan pilihan politiknya. Yusril mengatakan, keputusan dirinya mendukung Jokowi itu juga didukung oleh kader PBB. Hal tersebut telah dibahas sejak lama termasuk dalam pertemuan rapat Komite PemenanganPemilu PBB serta Ketua DPW.

Yusril juga menyampaikan dirinya selama ini tak berseberangan dengan pemerintahan, meskipun sering menyampaikan kritikan, dan kadang cukupkeras. Namun menurutnya kritikan tersebut merupakan kritikan konstruktif. Selain kritikan, Ia juga kerap memberikan saran kepada Presiden Jokowi, terutama dalam menghadapi persoalan-persoalan hukum sebagai harapan dapat menjadi pertimbangan Presiden dan membawa manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara.

Dalam kacamata politik, langkah yang dilakukan oleh Ketua Umum PPB tersebut dinilai untuk membesarkan PBB. Termasuk, meloloskan partai tersebut ke parlemen pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Menanggapi hal itu, Ketua Bidang Pemenangan PBB, Sukmo Harsono menyatakan, apapun langkah Yusril bakal diikuti oleh para kader. Para kader dan konstituen sadar untuk dapat lolos ke Senayan maka perlu diambil langkah-langkah strategis. Pemuda Bulan Bintang Jawa Barat, juga siap mendukung langkah Yusril Ihza Mahendra yang mengambil sikap memenangkan pasangan calonnomor urut 01 diPilpres 2019 mendatang.

Ketua Pemuda Bulan Bintang Jabar, M Ali Nurhakim, menekankan pihaknya juga mendukung langkah Yusril yang terpilihmenjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf. Sementara itu, Peneliti The Habibie Center, Bawono Kumoro menganggap, masuknya PBB akan memperkuat basis suara 01 di empat provinsi yang menjadi basis suara Islam. Menurutnya, keputusan PBB mendukung Jokowi-Ma’ruf dinilai sudah berdasarkan pertimbanganmatang dan sesuai AD ART Partai. Bawono menilai, alasan PBB mendukungpasangan 01 agar dapat terbantu lolos ambang batas parlemen di Pemilu mendatang cukup masuk akal.

Hal ini didasari setelah melakukan evaluasi terhadap perjalanan partai di bawah kepemimpinan MS Kaban selama dua periode terakhir kemudian dilanjutkan Yusril melihat dukungan PBB terhadap Prabowo di Pemilu lalu tidak membawa insentif elektoral bagi PBB. Selain itu, Bawono menganggap, maklumat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq agar para pengurus FPI yang menjadicaleg PBB untuk mengundurkan diri massal sah-sah saja. Meski begitu, PBB di Pemilu mendatang karena ikon utama partai ini tidak lain adalah Yusril Ihza Mahendra, pendiri sekaligus sebagai pemimpin partai berbasis Islam.

Dukungan PPB tersebut berpotensi menambah lagi barisan partai Islam yang akan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Dengan bergabungnya PBB ke Jokowi-Ma’ruf dinilai para pakar politik sebagai langkah yang tepat bagi partai yang sempat redup di panggung politik utama nasional beberapa tahun terakhir. Hal ini akan menjadi simbiosis mutualisme bagi PBB dan kubu Jokowi-Ma’ruf, serta menjadi edukasi politik bagi masyarakat, khususnya umat muslim Indonesia.

* Penulis adalah, Mahasiswa UniversitasGunadarma

  • Setiap karya tulis opini disiarkan di kolom Kontemplasi ini, menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini, maka sesuai aturan pers dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis opini, dan Redaksi akan menyiarkan tulisan tersebut secara berimbang.