Jeruk manis busuk yang disebut- sebut di salurkan kepada penerima memfaat.foto/istimewa.

Batu Bara-intainew.com : Adanya keterlibatan banyak pihak terkait penyaluran bantuan sosial beras sejahtera dan bantuan pangan non tunai (BPNT) atau bantuan sembako untuk KPM (keluarga penerima manfaat) semakin terkuak.

Demikian diungkapkan Darmansyah selaku juru bicara Team Wappres.Jumat.(24/04/2020) di Lima Puluh Batu Bara.

Dikatakannya bahwa dari hasil penelusuran Tim Wappress Jumat 24 April 2020, sembako yang akan disalurkan ke agen e-warong terlebih dahulu di timbun di salah satu rumah kosong di dusun Kidul Desa Lubuk Besar Kecamatan Datok Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara. diduga penimbunan sembako di pandu oleh salah satu TKSK berenisial RD” ungkap Darman

“Sehari sebelumnya, Kamis 23 April 2020, telah dilakukan investigasi di beberapa agen e_warung, di Kecamatan Lima puluh Kabupaten. Batu bara, menurut Ir (47) jenis bantuan yg di terima oleh agen, beras kemasan 10 kg seharga Rp 104.000, sayur brokoli seberat 4 ons seharga Rp 6000, ikan teri 2 ons seharga Rp 12.000 dan jeruk manis 1 kg seharga Rp 15.000, jumlah sembako yang di terima KPM senilai Rp 137.000-,” paparnya

Dijelaskannya, Kenyataan yang sangat tidak bisa di terima, selain banyaknya jeruk manis yang busuk, ikan teri di bagikan kepada KPM selain basah menebar bau busuk, lebih banyak sampah dari ikan terinya.

“Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Datok Lima Puluh, menurut Sr (45) penerima memfaat,  jenis sembako yang diterima agen e-warung, beras kemasan 10 kg senilai Rp 104000, telur 15 butir seharga Rp 22.500, sayur brokoli 3 ons seharga Rp 5.000, dan jeruk manis 1 kg seharga Rp 15.000, total Rp 146.500” tandasnya

“Jika di hitung sesuai saldo KPM di kecamatan Lima Puluh senilai Rp 200.000 – Rp 137.000 masih tersisa senilai Rp 63000 per KPM. begitu juga di kecamatan Datok Lima Puluh, saldo KPM senilai Rp 200.000 – Rp 146.500 masih ada sisa senilai Rp 53.500 per KPM. Pertanyaannya, siapa penerima sisa saldo KPM tersebut” ungkapnya penuh tanda tanya

Menurut pengakuan agen e-warong, pendebetan selalu di lakukan oleh TKSK, dan e-warong hanya di beri upah atau fee yang berpariasi, Januari senilai Rp 8000, Pebruari Rp 9000, dan Maret senilai Rp11.000 dan Pengakuan para agen sangat bertentangan dengan Permensos No 20 tahun 2019 tentang penyaluran beras sejahtera dan sembako, pelanggaran pedum (pedoman umum) tahun 2020 agen e-warung diperbolehkan memesan sembako di mana saja asal mempedomani pedum dan memenuhi kriteria 6 t, serta pelanggaran keputusan kepala BNPB no 13.A tahun 2020 penyaluran paling lambat tanggal 10 di setiap bulannya” tutur Darman

Ketua Tim Investigasi Wappres, Zainuddin Zen dalam keterangan Persnya mengatakan, berbelit belitnya sistem penyaluran bantuan sembako BPNT,telah di beritakan dari berbagai Media online dan cetak,bahkan di akun sosial media FB juga buming, namun bos para pelaku distributor tak peduli, semakin “mengisap darah” masyarakat miskin atau KPM.

“Kita berharap kepada lembaga hukum khususnya Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara untuk melakukan penyelidikan terkait pelanggaran dan indikasi korupsi bantuan sosial sembako di Kabupaten Batu bara Sesuai dengan isi laporan Team Wappress terdahulu” harap Zainuddin Zen.Inc-Elmi.