Melalui brosur Run Palm Oil 2019 dan Buku Onderneming Van Sergai, Soekirman [kanan] mempropagandakan hasil kebun Sergai

Zanzibar-Intainews.com:Kabupaten Serdangbedagai [Sergai], Sumatera Utara sudah lama dikenal sebagai areal perkebunan kelapa sawit. Bukan hanya penghasil crude palm oil [CPO] yang merupakan bahan baku minyak goreng, akan tetapi juga penghasil benih unggul yang sudah diakui dunia.

Seperti halnya PT Socfindo Kebun Bangun Bandar Dolok Masihul, telah lama melayani kebutuhan kecambah sawit dunia meliputi benua Asia, Amerika Selatan, dan Afrika. Demikian disampaikan Bupati Sergai H Soekirman saat melakukan lawatan di Zanzibar Tanzania sebagai Pembicara pada Forum Inter Religious Peace Confrence [Konferensi Perdamaian Agama], baru-baru ini.

Dikatakan Soekirman di Negara Afrika pengguna benih sawit asal Sergai adalah Gabon, Sierralone, Nigeria, Cameroon, dan Ivory Coast. Ke depan sedang dijajaki perluasan ke Afrika Timur yakni Zanzibar Tanzania. Bupati Soekirman juga menyempatkan waktu presentasi kepada pengusaha Zanzibar di Zanzibar Beach Resort.

Business Touch dan Spirit Frienship

Bermodal Katalog Benih kelapa sawit, brosur Run Palm Oil 2019 dan Buku Onderneming Van Sergai, business meeting pun berjalan dengan mulus. Saat ditanya mengapa Bupati Sergai langsung turun tangan?

Soekirman menjawab bak kata pepatah, sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Walaupun Peace conference di Zanzibar temanya adalah kerukunan antar agama, persoalan ekonomi tetap penting dibicarakan.

Dalam plenary meeting disimpulkan radikalisme dan terorisme yang muncul atas nama agama sesungguhnya not only religious reason, but also politic and economy reason. Banyak penelitian bahwa bahaya radikalisme yang terjadi juga karena alasan ekonomi yang belum sejahtera.

Oleh karenanya, Soekirman mencoba melihat ragam peserta dan memperkenalkan potensi ekonomi Tanah Bertuah Negeri Beradat dimata dunia. Usai Bupati Soekirman menyampaikan paparannya, Dr Kahongya Kambale tokoh interreligous Afrika timur sangat anthusias untuk mempelajari masalah kelapa sawit karena tanah di Afrika Timur meliputi Tanzania dan Etiophia dan Zanzibar masih sangat luas.

Demikian halnya Roy Kumar pengusaha keturunan India di Zanzibar menyambut baik tentang potensi benih kelapa sawit Sergai. Dengan sarana komunikasi dan Teknologi Informasi tentu akan lebih mudah menindak lanjuti seandainya terbangun kerjasama antara Indonesia dan Tanzania. Hasil executif meeting tersebut melalui WA langsung disampaikan Bupati kepada manajer usaha kecambah PT Socfindo Dolok Masihul, Ir Indra M.Si untuk ditindaklanjuti.

Farming Tour

Selain executif business meeting Bupati Sergai dengan didampingi Ketua TP PKK Sergai Ny Hj Marliah Soekirman telah lakukan studi banding wisata agro di Zanzibar. Paket tour yang dikemas dengan Spice Farm Tour [wisata rempah] langsung dikunjungi. Desa Kimbizani 12 km timur Stonetown Zanzibar salah satu site yang dilihat di samping banyak site lainnya.

Dari kunjungan singkatnya, Bupati Soekirman, yang juga Ketua Perhiptani Sumut menyimpulkan; Indonesia, khususnya Sumut adalah gudangnya paket Farm Tour, semua yang dijual Zanzibar ada bahkan lebih banyak di Indonesia. “ Sayangnya belum kita kemas dan belum dipromosi secara kreatif,” ujarnya.

Dikatakan Soekirman hal ini yang akan dibawa untuk bahan diskusi dengan banyak pihak termasuk para pekerja agama dan organisasi profesi serta pemerintah daerah agar bersama- sama menggerakkan potensi agro wisata di Sergai.

Sosio teknis dan sosio budaya serta environment kita sangat potensial mendukung gerakan ekonomi desa. Apalagi sekarang sudah banyak Badan Usaha Milik Desa [BUMDes], tentu dapat menjadi core bisnis yang menguntungkan, demikian disampaikan Bupati Soekirman. * Inc-14