dr Ria Novida Telaumbanua

Medan-Intainews.com:Kepulauan Nias terdiri dari 4 Kabupaten, yaitu Kabupaten Nias , Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan dan Pemerintahan [Pemko] Gunungsitoli, Sumatera Utara siap melaksanakan Sail Nias 2019 yang akan dihadiri wisatawan Nasional dan wisatawan manca negara serta akan dibuka Peresiden Joko Widodo [Jokowi], pada pada 14 September 2019 di Teluk Dalam Nias Selatan.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas [Kadis] Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara dr Ria Novida Telaumbanua didampingi Asisten II Pemprov Sumut Fitrius, kepada wartawan, Sabtu 31 September 2019 di kantor Gubernur Sumatera Utara, di Medan.

Gelombang di Nias cukup terkenal di dunia internasional baik untuk surfing. Foto Istimewa

Terkait kesiapan Nias, Senin 1 Oktober 2019 Gubernur Sumatera Utara [Gubsu] Edy Rahmayadi akan meninjau lokasi perhelatan besar ini. Sail Nias merupakan kegiatan festival nasional, dimana Sumatera Utara tuan rumah,meskipun acara ini sudah seringkali dilakukan.

Sail Nias ini sendiri, mengusung “Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia”. Memang, melalui event ini, Nias diharapkan makin tersohor di dunia. Kadis Pariwisata Pemerintah Provisi Sumatera Utara Ria Nofida Telaumbanua, mengatakan, Nias bukan hanya destinasi surfing atau selancar saja.

Nias juga masih memiliki tradisi budaya yang kuat. Siapa yang tidak kenal dengan Lompat Batu. Tapi ternyata di Nias ada situs Megalitikum yang sudah berusia ribuan tahun. Nias memiliki keindahan alam yang begitu indah dan budayanya masih kental dan dengan tradisional.

Tradisi Lompat Batu di Nias dikagumi wisatawan mancanegara. Foto Istimewa

Menurut Ria, kesiapan Sail Nias 2019 sudah mencapai 80 persen, yang bakal mendatangkan 10.000 pengunjung. Dan sudah disediakan Hotel 800 kamar yang tersedia dan beredar di Kabupaten Kota Gunungsitoli.

Ditambah dengan tenda-tenda yang berkelas hotel dan homestay serta fasilitas MCK dan perbaikan jalan setapak. Seall Nias wisata bahari ini akan disebar di 4 kabupaten dan 1 kota. Pada Sail Nias disediakan sovenir untuk 16 000 pengunjung berupa maskot burung beo, bantal leher, muk, gelas dan lainnya. Diperhelatan ini, ungkap dr Ria Novida Telaumbanua, tetap menjaga kelestarian daerah Nias. Hayo. *Inc-03