Rumah warga Palestina di buldoser zionis Israel. Foto Istimewa

Tepi Barat-Intainews.com:Pasukan Israel hanjurkan sebuah apartemen warga Palestina di dekat batas garis militer di Pinggiran Yerusalem, Senin 22 Juli 2019 waktu setempat. Hal itu dilakukan sebagai jawaban atas kritik dan protes dunia internasional.

Seperti dilansir dari Reuters, Israel mangatakan, sebanyak 10 unit apartemen di tepi barat itu telah dibangun secara ilegal. Bangunan yang menjulang tinggi itu memberikan risiko bagi para tentara Israel ketika melintas di Tepi Barat.

Buldoser Israel tanpa kemanusiaan terus menghancurkan rumah-rumah warga Palestina

Perserikatan Bangsa Bangsa [PBB] mengatakan, sebanyak 17 orang Palestina telah terpaksa pindah akibat aksi Israel itu. PBB juga telah meminta Iran untuk menghentikan aksi dan rencana lanjutan pembongkaran rumah warga Palestina itu.

Perobohan rumah warga itu dilakukan Israel dengan mengerahan sejumlah buldoser beserta ratusan polisi dan tentara. Sebelum merobohkan rumah-rumah itu, pasukan Israel terlebih dahulu memotong kawat pembatas saat dini hari. Lalu mereka membersihkan warga dari area itu.

Tinggallah puing-puing, entah sampai kapan punya rumah lagi dan Palestina aman.Potret ini jadi saksi kekejaman Israel. Foto Istimewa

Palestina khawatir tindakan Israel ini bisa mejadi preseden buruk di kawasan Tepi Barat. Pasalnya, sejumlah pemukiman warga Palestina lain di sepanjang Tepi Barat bisa saja menjadi target Israel selanjutnya.

“Saya membangun rumah ini dengan jerih payah. Tinggal di rumah itu adalah impian saya sejak dulu. Sekarang saya kehilangan segalanya,” kata Tareq al-Wahash [37], dengan suara tertahan ketika melihat buldoser meruntuhkan rumah yang ia bangun dengan jerih payah itu.

Tareq menambahkan, dirinya memmbangun rumah itu secara resmi. Pasalnya, ia mengantongi izin pembangunan dari otoritas Palestina. “Saya pikir saya melakukan sesuatu yang benar,” ucapnya.