Pemuda Palestina terus melawan tekanan Israel. Foto Istimewa

Palestina-Intainews.com:Kantor berita resmi Pelstina, WAFA pada Minggu 30 Juni 2019 melaporkan, pasukan polisi Israel menahan Menteri Pemerintah Otonomi Palestina Urusan Jerusalam Fadi Al-Hadami. Menurut WAFA, polisi Israel menyerbu rumah Al-Hadami pada Ahad dini hari, lalu menahan dia.

Telepon genggam menteri Palestina, kata Kantor Berita Turki, Anadolu, disita dan rumahnya digeledah oleh polisi Israel. Sementara Israel belum mengeluarkan komentar mengenai peristiwa tersebut.
Otoritas Palestina [PA] di hari yang sama membebaskan seorang pengusaha Palestina yang ditangkap ketika kembali dari konferensi ekonomi yang dipimpin Amerika Serikat di Bahrain pekan ini, kata keluarganya dan seorang pejabat.

Kepemimpinan Palestina memboikot konferensi itu sebagai protes atas rencana ekonomi AS bagi perdamaian Palestina-Israel dengan menyatakan adalah Trump menambah kerumitan bagi pihak Palestina dengan memotong bantuan.

Mereka menyebut sejumlah pengusaha Palestina yang menghadiri pertemuan itu sebagai “kaki tangan” walaupun Salah Abu Miala, dari Kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel, satu-satunya orang yang ditangkap setelah kembali pada Jumat.

Saudara lelaki Abu Miala, yang minta jatidirinya tak disebutkan, mengatakan Abu Miala telah dibebaskan. “Saudaraku sudah di rumah. Dia sakit. Kami tak ingin siapapun bicara dengan dia,” ujarnya.

Seorang pejabat Palestina yang berbicara kepada Reuters dengan syarat tidak disebutkan jatidirinya mengatakan Abu Miala sudah dibebaskan sekitar Sabtu malam.
Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan dinas keamanan PA tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

PA dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah menolak melakukan kontak dengan pemerintahan Trump selama 18 bulan dengan menuduhnya bias terhadap Israel.

Tim Trump yang diketuai oleh penasehat senior dan menantu Trump, Jared Kushner, dan utusan kawasan, Jason Greenblat, meluncurkan garis besar rencana ekonomi senilai 50 miliar dolar AS bagi perdamaian Palestina-Israel pada Selasa di Bahrain. Tim itu mengatakan program investasi bagi pihak Palestina akan diikuti oleh rencana politik.