Donald Trump. Foto Istimewa

Washington-Intainews.com:“Atas permintaan Demokrat saya telah menunda Proses Pemindahan Imigran Ilegal (Deportasi) selama dua pekan untuk melihat apakah Demokrat dan Republik dapat bersatu dan bekerja mencari solusi untuk memecahkan masalah Suaka dan Lubang di Perbatasan Sebelah Selatan. Jika tidak, deportasi dimulai!” tulis Trump, Minggu 23 Juni 2019.

Menurut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ia menunda rencana deportasi besar-besaran selama dua pekan. Hal ini ia lakukan untuk dapat berkompromi dengan pemimpin-pemimpin dari Partai Demokrat tentang isu itu.

Demokrat menekan Trump membatalkan rencana menangkap imigran ilegal. Rencananya pemerintahan Trump akan menangkap imigran ilegal di 10 kota di seluruh AS. Salah satu sumber mengatakan, Jumat (21/6), Ketua House of Representative Nancy Pelosi meminta Trump menghentikan rencana tersebut. Pelosi juga meminta pemimpin-pemimpin agama menekan Trump.

Trump yang berasal dari Partai Republik menjadikan imigran ilegal sebagai isu utama pemerintahannya. Ia juga menekankan kembali isu tersebut dalam kampanyenya menuju pemilihan presiden AS 2020.

Ia mengecam meningkatnya jumlah imigran yang mencari suaka dari Amerika Tengah ke AS lewat perbatasan sebelah selatan. Trump mengatakan badan Bea Cukai dan Imigrasi AS akan fokus menangkap anggota geng MS-13 untuk dikeluarkan dari AS, Sabtu (22/6).

Melalui media sosial Twitter, Trump mengatakan ia menunda rencana tersebut berdasarkan permintaan Partai Demokrat. Ia menunggu kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan.