Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah. Foto Istimewa

Penerapan Undang-undang pidana Syariah, membuat PBB di Jenewa mengeluarkan kecaman.

Brunei-Intainews.com:Setelah muncul gelombang protes hukum mati rajam terhadap orang yang melakukan hubungan seks sejenis, lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, mulai merespons.

Dia mengatakan akan menghentikan sementara eksekusi hukuman mati itu. “Selama dua dekade, kami telah memberlakukan moratorium de facto hukuman mati untuk kasus yang terkait hukum pidana,” kata Hassanal Bolkiah saat memberikan pidato awal Ramadan, Minggu 5 Mei 2019, seperti dilansir Reuters.

“Ini (moratorium) juga akan diterapkan untuk kasus itu (hukum syariah) yang memberikan pengampunan lebih luas,” sambungnya. Selain itu, Hassanal Bolkiah juga menyatakan bakal meratifikasi Konvensi PBB Menentang Penyiksaan. Hukum internasional itu sudah ditandatangani Brunei beberapa tahun lalu.

Dalam pidatonya Hassanal Bolkiah menyebut ada salah persepsi yang timbul dari penerapan hukum syariah di negaranya. Hukum syariah dianggapnya, seharusnya tidak menimbulkan keresahan. Pasalnya, menurut Hassanal Bolkiah, hukum syariah penuh dengan rahmat dan keberkahan Allah.

Sebagai informasi, Brunei yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam memberlakukan dua hukum yaitu hukum pidana umum dan hukum syariah. Sebelum diberlakukannya hukuman rajam untuk LGBT, hukum syariah Brunei sudah mengatur beberapa hal semisal pernikahan dan warisan.

 

Anggota komunitas LGBT menari untuk merayakan keputusan Mahkamah Agung (MA) India yang melegalkan perilaku seks sesama jenis, di Bangalore, India, tahun lalu. MA India mencabut aturan di masa kolonial yang mengkriminalisasi perilaku seks sesama jenis kelamin. Foto Istimewa

Pemerkosaan dan perampokan juga diatur dalam hukum syariah Brunei. Pelaku dua kejahatan itu bisa dihukum mati. Penghinaan Nabi Muhammad dan tidak menunaikan shalat Jumat turut dianggap sebagai pelanggaran hukum syariah Brunei.

Sedangkan dalam hukum pidana Brunei ada pula kejahatan yang bisa dihukum dengan hukuman mati. Hanya saja, tidak ada eksekusi selama beberapa dekade. Sebelumnya Brunei 3 April 2019 memberlakukan undang-undang pidana syariah yang menghukum mati gay, pelaku sodomi, pezina, dan pemerkosa dengan dirajam atau dilempari batu sampai mati.

“Saya menyadari bahwa banyak pertanyaan dan salah paham dengan pelaksanaan undang-undang pidana Syariah. Begitupun, kami percaya setelah ini dijernihkan, pahala hukum akan terbukti,” kata Sultan Brunei beberapa saat menjelang Ramadan, seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu, 5 Mei 2019.

Sejumlah organisasi HAM dan para artis dunia yang dipimpin George Clooney dan Elton John mengajak boikot hotel yang dimiliki Sultan Brunei Hasanal Bolkiah dan keluarganya, termasuk hotel Dorchester di London, Inggris serta hotel Beverly Hills di Los Angeles, Amerika Serikat. Sejumlah perusahaan perjalanan turis telah berhenti mempromosikan Brunei Darussalam sebagai tujuan turis.