Mantan PM Malaysia Najib Razak. Foto Istimewa

Kuala Lumpur-Intainews.com:Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memulai mengikuti rangkaian sidang skandal megakorupsi penggelapan dana publik 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Rabu 3 April 2019) siang. Pria 66 tahun itu menjalani sidang di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Ada tujuh dakwaan pertama dari total 42 tuduhan yang dilayangkan oleh jaksa penuntut. Tujuh dakwaan itu adalah, tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan, satu tuduhan menyalahgunakan jabatan, dan tiga tuduhan pencucian uang, melibatkan dana 42 juta ringgit milik SRC International, bekas anak usaha 1MDB.

Sidang yang dinantikan banyak kalangan, baik di dalam maupun lua negeri ini, akan dipimpin Hakim Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali pukul 14.00 waktu setempat.
Sementara itu Jaksa Agung Tommy Thomas memimpin tim penuntut, didampingi para jaksa senior yang ditunjuk sebagai wakil penuntut umum (DPP), terdiri dari Sulaiman Abdullah dan V Sithambaran.

Pengacara Najib, Muhammad Shafee Abdullah, memimpin tim pembela terdakwa yang didampingi pengacara Harvinderjit Singh, Muhammad Farhan Muhammad Shafee, Rahmat Hazlan, dan Syahirah Hanapiah.

Penyelidikan skandal megakorupsi 1MDB sebenarnya sudah dimulai sejak Najib masih menjabat perdana menteri, namun dihentikan oleh kejaksaan saat itu karena tidak ada bukti Najib terlibat.

Setelah lengser dalam pemilu tahun lalu, kasus ini diangkat lagi di bawah perintah PM baru Mahathir Mohamad. Sejak itu kepolisian dan kejaksaan gencar menelusuri harta kekayaan Najib hingga disita aset hingga triliunan rupiah.

Dalam penyelidikan berikutnya, Najib didakwa dengan serangkaian kasus korupsi, seperti pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan jabatan, pencucian uang, suap, dan banyak lagi. Total ada 42 dakwaan yang dihadapinya. Najib membantah bersalah atas semua tuduhan itu. *ini