Presiden AS Donald Trump. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Presiden AS Donald Trump menyebut Partai Demokrat membuat 800 ribu PNS Amerika Serikat (AS) tidak akan digaji karena Government Shutdown atau penonaktifan pemerintahan.

DPR AS yang dikuasai oleh kubu Demokrat tidak menyetujui proposal anggaran yang diajukan pemerintahan Trump. Alasannya, Trump memasukan biaya pembangunan tembok perbatasan Meksiko untuk mencegah migran masuk ke AS yang ditentang oleh Demokrat.

Suratkabar USA Today melaporkan pemerintahan Trump mengajukan proposal anggaran dinding perbatasan sebesar US$ 5 miliar atau Rp 72,7 triliun. Jumat (21/12) malam, Trump mengunggah video “NEGARA BESAR KITA HARUS MEMILIKI KEAMANAN PERBATASAN” tulisnya di Twitter, seperti dilaporkan Daily Mail, 22 Desember 2018.

Dalam video itu, Trump menyampaikan pentingnya tembok perbatasan untuk menghalau migran di selatan dan berharap Demokrat berubah pikiran dengan menyetujui anggaran pemerintah.

“Semoga Shutdown tidak berlangsung lama,” kata Trump dalam video yang khawatir pegawai negeri sipil AS tidak bisa menikmati gaji di Hari Natal. Sekitar 800 ribu PNS federal tidak akan mendapat gaji sampai anggaran dikucurkan.

Reuters melaporkan sekitar tiga perempat dari program pemerintah federal didanai hingga 30 September tahun depan, tetapi pembiayaan untuk sektor lain, termasuk departemen Keamanan Dalam Negeri, Peradilan dan Pertanian, berakhir pada tengah malam.

Taman nasional akan ditutup dan lebih dari 400.000 pegawai penting federal di agen-agen itu akan bekerja tanpa bayaran sampai kebuntuan selesai. Sebanyak 380.000 PNS lainnya akan diberhentikan sementara.

Sektor lain di antaranya sektor penegakan hukum, patroli perbatasan, pengiriman surat, dan operasi bandara Amerika akan terus beroperasi selama government shutdown.