Banjir di madinah. Foto Istimewa

Madinah-Intainews.com:Pertahanan Sipil Arab Saudi merilis sebanyak empat orang tewas akibat banjir yang disebabkan hujan lebat di Madinah, Minggu 2 Desember 2018. Selain korban meninggal, banyak warga yang terperangkap akibat banjir tersebut.

Dilansir di Saudi Gazette pada Minggu 2 Desember 2018, Pertahanan Sipil menjabarkan korban tewas terdiri dari dua anak-anak berusia enam dan sembilan tahun, serta dua dewasa. Berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah rumah di timur Madinah tenggelam akibat hujan lebat. Saat ini, tim penyelamat masih mencari warga yang terperangkap banjir.

Pertahanan Sipil menerima sebanyak 76 keluhan tentang kerusakan yang disebabkan hujan di Madinah, termasuk 25 sengatan listrik dan kerusakan lift.
Juru bicara Pertahanan Sipil di Madinah, Kolonel Khaled Al-Johani, mengatakan sejumlah lembah di wilayah itu tergenang karena hujan. “Kami sedang berusaha menyingkirkan puing-puing di jalan-jalan utama, dan mengeringkan jalan-jalan dan persimpangan,” kata Johani.

Dia mengatakan, sebanyak 40 orang yang terjebak banjir di Rabigh telah diselamatkan dan dievakuasi ke tempat aman. Sementara itu, juru bicara Pertahanan Sipil di Al-Jouf, Kapten Abdul Rahman Al-Duwaihi menyebutkan timnya menyelamatkan 23 orang di kota itu.

Selain itu, tim juga mengevakuasi tiga keluarga yang terdiri dari 27 anggota. Duwaihi mengatakan banyak keluhan dari masyarakat yang terdampak banjir, seperti, rumah tergenang, atap runtuh, dan beberapa kasus listrik mati.
Sementara di Makkah, hujan lebat menunjukkan bukti eksekusi buruk dari beberapa proyek jalan dan sistem drainase. Karena itu, Dewan Kota mengancam akan menuntut pemerintah kota atas permasalahan itu.

Wakil Ketua Dewan, Fahd Al-Rouqi beranggapan kota madya telah gagal memberikan proyek kepada kontraktor. Dia meminta Komisi Anti-Korupsi Nasional (Nazaha) menyelidiki pejabat yang bertanggung jawab atas kegagalan sistem drainase air hujan di Makkah.

“Pemerintah telah menghabiskan miliaran riyal pada proyek-proyek ini yang tidak dilaksanakan dengan sempurna,” kata Rouqi. Dia mengatakan dewan akan bertemu pada Selasa (4/12) dengan komite teknis. Pertemuan itu akan membahas kegagalan proyek dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. “Kontraktor harus bertanggung jawab dan harus dibawa ke pengadilan jika perlu,” ujar Rouqi. *Rpc