Ilhan Omar, Alexandria Ocasio-Cortez dan Rashida Tlaib

Sebagian besar para pencetak sejarah baru AS merupakan perempuan dan minoritas

Washington-Intainews.com:Pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) telah berlangsung Selasa November 2018. Beberapa kandidat yang ikut serta dalam pemilu berhasil mengukir sejarah. Kampanye inovatif yang dilakukan membuat mereka berhasil memenangkan pemilu. Berikut nama-nama kandidat yang berhasil memenangkan pemilu paruh waktu AS.

1. Alexandria Ocasio-Cortez, perempuan termuda dalam Kongres AS. Dia terpilih sebagai anggota kongres Amerika Serikat (AS) mewakili distrik 14 New York. Ia menjadi perempuan termuda yang terpilih sebagai anggota kongres.
Perempuan berusia 29 tahun itu secara tak terduga mengalahkan Joe Crowley dalam pemilihan pendahuluan Demokrat pada Juni lalu. Pada Selasa (6/11), Ocasio-Cortez dengan mudah mengalahkan kandidat Republik Anthony Pappas, seorang profesor Universitas St John.

“Ini terjadi karena orang-orang memiliki kesadaran kolektif. Bahwa semua tindakan kita, kuat, berharga dan mampu bertahan dari perubahan,” kata Ocasio-Cortez dalam pidato kemenangannya Selasa malam.

Kandidat millenial ini berasal dari keturunan Puerto Rico dan Bronxite. Ia pernah bekerja sebagai bartender beberapa bulan sebelum memenangkan jabatan utamanya. Ocasio-Cortez mengusung program kesehatan untuk semua, jaminan pekerjaan federal dan penghapusan Imigrasi serta Penegakan Bea Cukai.

2. Ayanna Pressley, anggota House of Representatives Kulit Hitam dari Massachusetts. Dia wanita kulit hitam pertama yang bertugas di dewan kota Boston. Ia kembali mengukir sejarah setelah mengalahkan Michael Capuano dalam pemilihan kandidat Partai Demokrat.

Pressley tidak memiliki lawan dalam pemilihan umum, membuatnya menjadi perempuan kulit hitam pertama dalam House of Representatives Massachusetts.
“Ini adalah masa dimana kami menuntut lebih banyak dari para pemimpin kami. Saat untuk menuntut pendekatan dalam pemerintahan yang berani, tanpa kompromi dan tidak memiliki rasa takut. Ini tidak hanya cukup baik untuk melihat Demokrat kembali berkuasa tetapi yang penting siapa Demokrat itu,” kata Pressley dalam pidato kemenangannya September lalu.

3. Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, perempuan Muslim pertama masuk kongres. Dia menang tanpa perlawanan untuk pemilihan distrik Michigan. Ia menjadi perempuan Palestina-Amerika pertama di Kongres AS. Dia adalah seorang Demokrat-Sosialis yang bertugas di badan legislatif negara dari 2009 hingga 2014.

Ia telah melakukan kampanye dengan mengenalkan program kesehatan untuk semua, upah minimum 15 dolar AS dan menghapus hukum yang merugikan masyarakat. Tlaib terkenal pada masa kampanye Trump 2016 lalu. Saat itu ia bertanya dengan keras kepada kandidat soal konstitusi.

Ilhan Omar juga menjadi salah satu wanita muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres. Omar menjadi perempuan muslim pertama yang mengenakan jilbab di kongres.

Omar dengan mudah memenangkan pemilihan di distrik Minnesota. Omar merupakan seorang pengungsi Somalia berusia 36 tahun. Ia berimigrasi ke AS saat remaja. Omar mengalahkan kandidat dari Republik Jennifer Zielinski.
Omar terpilih sebagai kandidat demokrat di distrik yang berhaluan kiri ini dengan program kesehatan untuk semua, upah minimum 15 dolar AS, dan kuliah gratis.*Rpc