Cengiz dan foto Khashogi,. Foto Istimewa

Hatice Cengizmengaku baru akan menerima undangan Trump jika pemerintah AS serius dalam menyelidiki pembunuhan Khashoggi serta mengungkap apa yang terjadi di hari kematiannya di Konsulat Saudi.

Intainews.com:Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencoba memperlihatkan simpatinya atas kematian junrnalin Jamal Khashogi dengan mengundang tunangan jurnalis itu ke Gedung Putih. Namun undangan ini ditolak mentah-mentah.

Hatice Cengiz, tunangan almarhum Jamal Khashoggi, dalam wawancara dengan televisi Turki Haber Turk yang dikutip CNN, Sabtu 27 Oktober 2018, mengatakan Trump pernah mengundangnya ke Gedung Putih, beberapa hari setelah Khashoggi tewas dibunuh.

Undangan ini ditindaklanjuti oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang terus menelepon Cengiz. Tunangan Khahogi Cengiz mengaku menolak undangan tersebut karena Trump tidak konsekuen dalam pernyataannya.

Sebelumnya, kata Cengiz, Trump percaya atas komentar Arab Saudi yang mengaku tidak tahu soal hilangnya Khashoggi. Setelah Saudi mengatakan Khashoggi dibunuh, Trump mengubah pernyataannya, mengatakan penjelasan itu diragukan.

“Pernyataan yang dibuat Trump di hari-hari pertama undangannya dan pernyataan yang dia buat setelahnya saling bertentangan. Pernyataan itu hanya untuk meraih simpati publik,” kata Cengiz.

Dia awalnya mengaku baru akan menerima undangan Trump jika pemerintah AS serius dalam menyelidiki pembunuhan Khashoggi serta mengungkap apa yang terjadi di hari kematiannya di Konsulat Saudi.

Cengiz adalah salah satu orang terakhir yang melihat Khashoggi masih hidup. Pada 2 Oktober lalu, dia menanti di luar Konsulat Saudi ketika Khashogi memasukinya untuk mengurus surat pernikahan mereka. Namun Khashoggi tidak kunjung keluar, lalu Cengiz melapor ke polisi.

Pemerintah Saudi dalam pernyataan terakhir menyatakan jurnalis pengkritik pemerintah Riyadh itu dibunuh dengan terencana. Padahal sebelumnya, Saudi mengatakan Khashoggi tewas dalam perkelahian di Konsulat. Hingga saat ini jasad Khashogi belum ditemukan.

Cengiz dalam wawancara dengan televisi Turki menyinggung desakan Presiden Recep Tayyip Erdogan agar pelaku diadili, apapun pangkatnya.
“Harapan saya, harapan presiden kami, semua orang yang terlibat harus dihadapkan ke pengadilan. Harapan saya penyelidikan segera rampung. Proses ini akan sangat menyakitkan, tapi setidaknya kami tahu apa yang terjadi,” kata Cengiz. *Kpn