BMS & Jamal Khashoggi. Foto Istimewa

“Saya tidak menyerukan penggulingan rezim, karena saya tahu itu tidak mungkin dan terlalu berisiko, dan tidak ada satu orang pun untuk menggulingkan rezim,” tutur Khashoggi

RAJA yang bijaksana tidak pernah takut akan kritikan, begitu kata budayawan Indonesia almarhum WS Rendra. Namun nyatanya di dunia ini tidak sedikit orang-orang yang berkuping tipis dan berhati murka, tak pernah memahami krtikan dan sosial kontrol.

Ini cerita Jamal Khashoggi wartawan Washington Post Amerika Serikat (AS) yang juga kolomnis, awal Oktober 2018, menghilang tanpa jejak setelah memasuki kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Kala itu Khashoggi hendak mengurus dokumen pernikahan di kantor konsulat.

Informasi dihimpun Intainews.com Minggu 21 Oktober 2018, setelah berlangsung polemik di tengah pencaharian dan penyelidikan, Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa wartawan kawakan itu meninggal dunia di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz pada Jumat (19/10) malam waktu setempat. Sebagaimana dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Sabtu (20/10).

Wartawan yang diberitakan mengkritik kebijakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) itu menghilang sejak memasuki gedung Konsulat Saudi. Pejabat-pejabat Turki menyebut Khashoggi telah disiksa, dibunuh dan jasadnya dimutilasi sejak kedatangannya ke Konsulat Saudi.

Sebelumnya Pemerintah Saudi selama dua pekan ini bersikeras menyebut kolumnis Washington Post itu telah meninggalkan Konsulat dalam keadaan hidup. Namun akhirnya pada Sabtu (20/10), pemerintah Saudi mengakui Khashoggi telah tewas dalam perkelahian di gedung Konsulat.

Donald Trum dan Raja Salman. Foto Istimewa

Di antara itu, Pemerintah Saudi juga mengumumkan penangkapan 18 warga Saudi dan pemecatan dua pejabat yang dekat dengan MBS, sebagai bagian dari penyelidikan atas kematian Khashoggi. Namun hingga kini pemerintah Saudi tidak menyebut di mana jasad wartawan kawakan itu.

Mencari Mayat Khashoggi

Fakta lain terkait tewasnya Khashoggi ialah, ia mengkritik ‘pemerintahan otoriter’ Putra Mahkota Saudi, MBS. Kritikan itu disampaikan Khashoggi dalam wawancara off the record dengan seorang jurnalis Newsweek yang membuat tulisan mengenai kepemimpinan Saudi.

Kepada wartawan Newsweek, Khashoggi mengatakan bahwa dia mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Dia juga mengatakan bahwa dirinya tidak memandang dirinya sebagai ‘oposisi’, tapi hanya menginginkan ‘Arab Saudi yang lebih baik’.

“Saya tidak menyerukan penggulingan rezim, karena saya tahu itu tidak mungkin dan terlalu berisiko, dan tidak ada satu orang pun untuk menggulingkan rezim,” tutur Khashoggi dalam wawancara kepada Newsweek seperti dilansir AFP, Sabtu (20/10).

Raja Salman memerintahkan pembentukan komite tingkat menteri yang dipimpin oleh putra mahkota untuk menata ulang intelijen. Sementara Turki juga turun tangan dengan melakukan investigasi dengan menanyakan pekerja konsulat yang meliputi akuntan, teknisi, hingga supir.

Sejumlah upaya juga diperluas untuk menggali keterangan atas kasus hilangnya Khashoggi. Kepolisian Turki juga memperluas pencarian ke hutan di pinggiran Istanbul dan kota di dekat laut Marmara untuk mencari mayat Khashoggi.

Mungkin Saja MBS Tidak Tahu

Laporan terbaru mengindikasikan keterlibatan putra mahkota Arab Saudi, MBS dengan tewasnya Kashoggi. Menurut Washington Post, dia memerintahkan operasi untuk menggiring Khashoggi kembali ke Arab Saudi dari rumahnya di Virginia untuk kemudian ditangkap. Keterlibatan MBS diungkap aparat intelijen Amerika Serikat yang mendapatkan informasi dari diskusi yang digelar sejumlah pejabat Saudi tentang rencana tersebut.

Sebelumnya, The New York Times mengutip pernyataan seorang pejabat senior yang mengatakan aparat Turki percaya Khashoggi dibunuh atas perintah dari level tertinggi. Dan Operasi pembunuhan berlangsung cepat.

Presiden AS Donald Trump tak puas dengan penjelasan Saudi soal kematian Jamal Khashoggi. “Tidak, saya tidak puas sampai kami menemukan jawabannya. Tapi itu adalah langkah pertama yang besar, itu adalah langkah pertama yang baik. Tapi saya ingin mendapatkan jawabannya,” ujar Trump kepada wartawan di sela kunjungan kerjanya di Elko, Nevada, AS, Minggu (21 Oktober 2018 yang dilansir Reuters.

Trump menyebut, mungkin saja MBS tidak mengetahui keadaan sekitar saat kematian Khashoggi. Ia menambahkan, tidak ada seorang pun yang tahu di mana jasad Khashoggi, tidak seorang pun dari otoritas AS telah melihat video dari peristiwa di dalam konsulat. *Inc-04