Wakapolres Aceh Barat Kompol Zainuddin (tengah) bersama penyidik memperlihatkan barang bukti dugaan penganiayaan wartawan, di Mapolres Aceh Barat di Meulaboh, Rabu (26/2/2020). (Foto diambil dari Antara)

Setelah melakukan penyelidikan secara intensif, empat orang pelaku pengeroyokan wartawan LKBN Antara di Aceh Barat Teuku Dedi Iskandar diotetapkan menjadi tersangka dan terancam pidana penjara selama lima tahun enam bulan.

Informasi diperoleh dari pihak kepolisian setempat, keempatnya dijerat dengan Pasal 170 KUHP.

Dihubungi wartawan di Meulaboh, Wakapolres Aceh Barat Kompol Zainuddin mengatakan, tiga dari empat tersangka tersebut ditahan di sel Mapolres Aceh Barat. Sedangkan seorang tersangka lainnya ditangguhkan penahanannya.

Menurut Wakapolres, mereka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama lima tahun enam bulan kurungan, kata Kompol Zainuddin.

Berdasarkan data diperoleh, keempat tersangka pengeroyokan wartawan ANTARA tersebut masing-masing Akrim, T Erizal, Umar Dani, dan Darmansyah alias Mancah. Dari empat tersangka tersebut, polisi menangguhkan penahanan terhadap tersangka Darmansyah alias Mancah.

Wakapolres Aceh Barat mengatakan pihaknya sudah menggelar perkara pengeroyokan dengan memperlihatkan tiga tersangka yang ditahan beserta barang bukti.

Sebagaimana berita sebelumnya, wartawan LKBN ANTARA Teuku Dedi Iskandar dikeroyok ketika sedang mewawancarai Kepala Subbagian Humas Polres Aceh Barat di warung kopi Elnino, Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Senin 20 Januari 2020 sekitar pukul 12.15 WIB.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban Teuku Dedi Iskandar harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh, hingga enam hari.

Selain kasus pengeroyokan, tersangka Akrim juga ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Aceh Barat dalam perkara dugaan pengancaman dengan senjata api terhadap Aidil, juga wartawan di Aceh Barat. Int – 02