Direktur CV RJP Medan Fahrizal, ketika berada di Kantor APCRI lantai 12A Gedung Menara Era Kawasan Senen Raya Jakarta. f/dok rjp

Medan-Intainews.com: Merasa ditipu dengan program yang sampai saat ini tidak jelas pelaksanaannya, terkait program Indonesia Terang melalui pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS), kontraktor CV RJP Medan akan mengadukan APCRI selaku pemberi pekerjaan.

Hal itu mereka lakukan menyikapi tudingan puluhan kepala desa dan kepala kelurahan Kecamatan Binjai/Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat, termasuk kades dan kepala kelurahan Kecamatan Hamparan Perak/Kecamatan Sunggal, serta Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara, karena tidak terwujudnya rencana pemasangan ratusan tiang dilengkapi lampu PJU-TS tersebut, sebagaimana diprogram pihak APCRI Jakarta November 2019 lalu.

Secara prinsipal sejumlah Kepala Desa dan Kepala Kelurahan terkait, mengklaim pihak CV RJP Medan, agar mempertanggungjawabkan janji pemasangan tiang dilengkapi lampu PJU – TS itu, sebagaimana yang diprogramkan APCRI Jakarta. Tanpa mengurangi ketentuan dan bunyi SPL ber Nomor 071.A/ADM – SPL/APC – RI RJP/XI/2019, yang ditandatangani Mochamad Mukhlas SE (Ketua Umum) bersama Agustina SE sebagai Sekretaris Jenderal organisasi, (Jakarta tertanggal 07 November 2019).

Menjawab pertanyaan Intainews.com, Fahrizal, Direktur CV RJP Medan menyebutkan; para kepala desa dan lurah di sejumlah kecamatan yang berbeda kabupaten tersebut, mengaku dirugikan baik dari sisi finansial, waktu, maupun martabat, serta nama baik mereka. Hingga berdampak terhadap krisis kepercayaan, antar warga dengan pejabat pemerintahan setempat, tegasnya pada satu kesempatan Sabtu.

Untuk menyikapi aspirasi dan tuntutan para pengklaim tersebut, Fahrizal bersama juru bicara perusahaannya, segera mempersiapkan surat pengaduan serta menyusun memori gugatan, termasuk menyertakan sejumlah barang bukti othentik.

Menurut Fahrizal, dia memberangkatkan juru bicara perusahaan CV RJP Medan (drg Tony Hermansyah) ke Jakarta, tujuan utama pihak perusahaan melakukan konfirmasi ke Kementerian Keuangan serta ke Direktorat Jenderal Pajak.

Diperoleh informasi, faktor penyebab terkendalanya program pemasangan tiang dilengkapi lampu PJU – TS itu karena dana CSR untuk anggaran program tersebut masih tertahan di kedua lembaga pemerintahan itu di Jakarta, sebagaimana alasan pihak managemen APCRI belum lama ini terhadap CV RJP dan rekan kontraktor lainnya.

Informasi diperoleh, oknum di tubuh APCRI yang menjadi target aduan dan dianggap sangat berkaitan erat dalam pokok perkara tersebut menurut Fahrizal ada tiga oknum penting APCRI.

“Mereka masing – masing MMls SE mantan Ketua Umum (tanpa NIP), Agn SE selaku Sekretaris Jenderal (NIP 140819691503201901). Serta WOH AO SE Penjabat Bendahara APCRI (NIP1210199430052001901)” ujar Fahrizal mengakhiri percakapan.

Sementara itu secara terpisah, juru bicara CV RJP Medan drg Tony Hermansyah menyebutkan, keberadaannya selama sepekan terakhir di Jakarta telah menyampaikan surat kepada Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia.

Tujuan surat tersebut melakukan konfirmasi sebagaimana dipaparkan Fahrizal sebelumnya, kepada Intainews.com. Namun realisasi terhadap konfirmasi tersebut menurut drg Tony Hermansyah diharuskan menunggu beberapa hari ke depan, katanya ketika dihubungi via telepon genggam Sabtu malam (22/02/2020). Inc./HSy