Nagan Raya- Intainews.com :Terkait persolan penangkapan pasangan mesum di kamar kecil Alun Alun Komplek perkantoran Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya menurut Kepala Satpol PP-WH Nila Kasma (foto) pihaknya telah menjalankan sesuai ketentuan yang ada.

Nila Kasma mejelaskan dasar hukum yakni Qanun Aceh no. 9 Tahun 2008 tentang pembinaan kehidupan adat dan adat istiadat kemudian Pada pasal 13 ayat 1 disebutkan  ada 18 sengketa- perselisihan yang diselesaikan secara adat, salah satu diantaranya khalwat mesum.

Dan pada ayat 3 disebutkan aparat penegak hukum memberikan kesempatan agar sengketa- perselisihan diselesaikan terlebih dahulu d gampong.

Selain Qanun tersebut, pihaknya juga berpedoman pada Qanun no. 6 Tahun 2014 yang mengatur tentang jinayat dimana pada pasal 24 menyebutkan jinah khalwat yang menjadi kewenangan peradilan adat dan diselesaikan menurut ketentuan dalam qanun Aceh tentang pembinaan kehidupan adat dan adat istiadat serta peraturan per undang undangan lainnya mengenai adat istiadat.

Untuk penanganan dan penyelidikan atas persoalan itu, Nila Kasma mengaku pihaknya telah melakukan penyelidikan dan pendalaman.

Kepala Satpol PP dan WH, mengaku ditengah  pihaknya melakukan penyelidikan datang Kechik Gmpong Kuta Padang Kecamatan Suka Makmue dan Kechik Gmpong Blang Puuk Kecamatan Beutong Ateuh.

Sebagai Keuchik dan pemangku adat di Desa keduanya bertanggung jawab untuk diselesaikan ditingkat Gampong.

“Selama persoalan penyelesiaan ditingkat Gampong, tidak begitusaja dilepas. Tentunya kami akan tetap melakukan pengawasan,” katanya.

Menurutnya atas permintaan kedua Keuchik  diselesaikan untuk Gampong dengan berita acara yang ditandatangani para pihak. Sedangkan jika nantinya penyelesaian di Gampong tidak selesai, persoalan akan diproses lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang undangan.

“Pada prinsipnya kami dari Satpol PP- WH selalu bekerja sesuai denga ketentuan dan peraturan, Undang Undang maupun Qanun yang berlaku,” jelas Nila Sabtu 18 Januari 2020.
Inc-di2t