Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan

Langkat-Intainews.com | Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan menegaskan, seluruh  anggotanya untuk menembak mati bagi pelaku bajing loncat dan bandar narkotika. Pihaknya sudah persiapkan peluru bagi pelaku bajing loncat dan bandar narkoba yang mencoba melawan petugas.

AKBP Doddy juga menegaskan kepada seluruh personil melakukan tindakan tegas terukur, berupa tembak di tempat. Terutama kepada pelaku kriminal bajing loncat dan pelaku narkoba yang melawan tim

“Tembak saja pelaku tindak pidana kriminal bajing loncat dan narkoba jika melawan saat akan diamankan. Apalagi para pelaku kriminal berani membahayakan personil,” tegas Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, Jumat (20/12/2019).

Tembakan terukur adalah pilihan terakhir jika telah dilakulan upaya paksa namun bersikeras melawan personel. Hal itu dibenarkan untuk tembak di tempat agar ada efek jera.

Jelang perayaan hari natal dan tahun baru Polres Langkat meningkat pengawasan dan akan menambah personel ke lapangan. Polres Langkat pun telah melaksanakan apel gelar pasukan diikuti TNI, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, dan Pramuka.

“Doddy menyampaikan untuk wilayah hukum Polres Langkat, disiapkan sekitar 400 personil dan disiagakan empat pos pengamanan serta dua pos pelayanan di sepanjang perlintasan jalan lintas umum,” jelasnya.

Katanya ini sesuai arahan pimpinan, untuk kesiapan personil melengkapi segala perlengkapan dan memahami tugas pokok. Tim diminta memahami titik-titik rawan terjadinya kemacetan serta kerawanan tindakan kejahatan.

“Dengan memahami tugas-tugas pokok yang diemban, setidaknya seluruh personil akan melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai prosedur,” katanya.

Sebelumnya Kapolres membacakan amanat tertulis Kapolri Jendral Polisi Idham Azis, apel gelar pasukan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran. Bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pengamanan, soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan.

“Hal ini juga dapat menumbuhkan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan hari raya natal 2019 dan tahun baru 2020,” kata kapolres membacakan amanah Kapolri.

Operasi Lilin tahun 2019 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai hari Senin 23 Desember 2019, sampai dengan hari Rabu 1 Januari 2020.

“Berdasarkan prediksi intelijen, terdapat 12 potensi kerawanan yang harus kita antisipasi, yaitu aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, kenaikan harga sembako, konflik sosial dan tawuran, bencana alam, konvoi dan balap liar, kebakaran akibat petasan, dan pesta narkoba ataupun minuman keras,” katanya

Terakhir personel diminta terapkan pengamanan secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik, serta tingkatkan kewaspadaan pengamanan melalui penerapan buddy system. Mantapkan kerja sama, sinergi, dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi. *inc-red