walikota Medan Dzulmi Eldin saat keluar dari ruang KPK mengenakan rompi tahanan dan tangan diborgol

Jakarta- Intainews.com:Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin resmi menjadi tersangka, dengan mengenakan rompi tahanan dan tangan diborgol keluar dari pintu gedung KPK sekitar pukul 02.30 WIB dinihari, Kamis 17 Oktober 2019. Eldin bungkam saat ditanya wartawan, langsung masuk ke mobil tahanan.

Informasi dihimpun Intainews.com, selain Dzulmi Eldin, dalam kasus suap ini Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] menahan Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari serta Kepala Sub Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar. Tiga tersangka ini ditahan di rumah tahanan yang berbeda.

T Dzulmi Eldin ditempatkan di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan. Sementara Isa Ansyari di Rutan Kepolisian Resor Jakarta Pusat dan Syamsul Fitri di Rutan Klas I Salemba, Jakarta Pusat. “Ditahan selama 20 hari ke depan,” kata Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andirati Iskak, Kamis dini hari, 17 Oktober 2019.

Di kasus suap ini Dzulmi Eldin diduga meminta ajudannya, Syamsul, untuk mencari dana dan menutupi ekses dana nonbudget perjalanan dinas ke Jepang pada Juli 2019 lalu dengan nilai sekitar Rp 800 juta. Perjalanan itu dalam rangka kerja sama sister city antara Kota Medan dengan Kota Ichikawa di Jepang.

Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin dalam perjalanan ke Jepang ditemani beberapa orang kepala dinas lainnya. Dzulmi Eldin mengajak istri, dua orang anak, serta beberapa orang lain yang tidak berkepentingan dalam perjalanan itu. “Keluarga TDE bahkan memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari di luar waktu perjalanan dinas,” ungkap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Eldin Sudah Seperti Abang

Untuk menutupi pengeluaran dana akomodasi keluarganya selama di Jepang yang tidak bisa dibayarkan dengan APBD, Dzulmi memerintahkan Syamsul mencari dana untuk menutupi pengeluaran itu karena Eldin ditagih agen perjalanan.

Dari 7 orang yang diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan [OTT] Rabu 16 Oktober2019, tiga diantaranya sudah menjadi tersangka dan ditahan. Empat orang lainnya yang ikut ditangkap dalam kegiatan tersebut adalah APP, ajudan Walikota Medan, dan SSO, ajudan Walikota Medan.

Satu orang ajudan Dzulmi lainnya berinisial AND melarikan diri saat OTT membawa uang Rp 50 juta yang baru saja diambil dari rumah Isa Ansyari. Pada Rabu siang, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution mengaku terkejut dan tidak bisa memberi keterangan apapun kepada wartawan, karena dia belum bisa melakukan kontak. Dia menyebutkan Eldin itu sudah seperti abangnya, dihormatinya, sambil matanya merah berair. *tim