Ramadham Pohan, beberapa saat sebelum dimasukkan ke Lpas Tanjung Gusta Medan

 

Senin 14 Oktober 2019 kejaksaan mengeksekusi mantan calon Walikota Medan Ramadhan Pohan, langsung masuk ke Lapas Tanjung Gusta

Medan-Intainews.com:Mantan Calon Walikota Medan, Ramadhan Pohan akhirnya menjalani masa hukuman setelah Mahkamah Agung [MA] menghukumnya selama tiga tahun penjara. Putusan Mahkamah Agung lebih tinggi dari putusan PN Medan yang menghukum Ramadhan Pohan selama satu tahun dan tiga bulan penjara.

Sebagaimana dikatakan Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, Senin 14 Oktober 2019 menyatakan pihak kejaksaan telah mengeksekusi Ramadhan Pohan sesuai dengan putusan Mahkamah Agung, pada Jumat [11/10].

Sumanggar menjelaskan  Ramadhan Pohan cukup kooperatif. Pasalnya, dia datang tak lama tim jaksa Penuntut Umum melayangkan surat pemanggilan kepada dirinya. Kemudian Ramadhan Pohan dibawa ke Lapas Dewasa Tanjung Gusta guna menjalani masa hukumannya.

Sedangkan terpidana lainnya dalam kasus ini, yakni Linda Savita Hora Panjaitan yang merupakan Bendahara Ramadhan Pohan dalam tim sukses Pilkada Medan kemarin belum memenuhi panggilan eksekusi padahal sudah beberapa kali dilayangkan panggilan.

Lanjutnya lagi bila tetap mangkir akan dilakukan panggilan paksa. Dalam perkara ini, Ramadhan dan Savita Linda Hora Panjaitan dinyatakan telah menipu Rotua dan putranya Laurenz. Rotua merugi Rp 10,8 miliar sedangkan Laurenz Rp 4,5 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 15,3 miliar.

Perkara penipuan ini terjadi menjelang Pilkada serentak pada pengujung 2015. Korban mengaku terbujuk rayu dan janji hingga mau memberikan uang sebesar Rp15,3 miliar untuk kepentingan Ramadhan Pohan, yang maju calon Walikota Medan 2016-2021.

Ramadhan dan Linda mengiming-imingi korban dengan sejumlah persentase keuntungan. Untuk meyakinkan korban, Ramadhan Pohan meninggalkan cek kepada Laurenz, ternyata saat akan dicairkan isi rekeningnya hanya sekitar Rp 10 juta. *Inc-04