Medan-Intainews.com:Bupati Mandailing Natal [Madina], Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution diperiksa selama 5 jam oleh penyidik Pidsus Kejasaan Tinggi Sumatra Utara [Kejatisu] Senin 14 Oktober 2019.

Informasi diterima Intainews.com,kedatangan Dahlan Hasan Nasution ini untuk memberikan kesaksiannya terkait perkara kasus dugaan korupsi Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu di wilayah kerjanya [foto].

Pemeriksaan terhadap Dahlan Hasan berlangsung dari pukul 10.00 hingga pukul 15.00 WIB, berlangsung di ruang Pidsus di Lantai 1 Kejatisu. Setelah proses pemeriksaan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution selesai, para awak media tidak bisa mengkonfirmasi karena terhalang penjagaan dengan pengawalan ketat sejak sang bupati mulai datang hingga meninggalkan kantor Kejatisu  di Jalan AH Nasution.

Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian membenarkan kehadiran Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di Kejatisu untuk memberikan kesaksiaan terhadap kasus Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu, yang saat ini tengah disidik Pidsus Kejatisu.

Ini merupakan kedatangan pertama Dahlan usai mangkir dari tiga kali panggilan Jaksa dan yang terakhir pada 8 November 2019 lalu. Dalam kasus ini pihak kejaksaan sudah menetapkan enam tersangka, tiga tersangka telah menjalani persidangan.

Adapun ketiga tersangka yang menjalani persidangan diantaranya Plt Kadis Perkim Madina RL [49], Pejabat Pembuat Komitment [PPK] Dinas Perkim Madina 2017, ED[42] dan ketiga adalah AR [40] selaku PPK Perkim Madina tahun 2017.

Sedangkan tiga tersangka lainnya masih dalam tahap pemberkasan. Ketiganya yaitu SD [46] Plt Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Mandailing Natal, NS (45) Pejabat Pembuat Komitmen [PPK] Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal, dan LS [48] PPK Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal. *Inc-04