Medan-Intainews.com:Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara [Kejatisu] menahan dua orang direktur tersangka dugaan korupsi pembangunan Runway, Taxiway dan Apron di Unit Penyelenggara Bandar Udara [UPBU] Lasondre, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan senilai Rp14.755.476.788 [foto].

Informasi dihimpun Intainews.com, Rabu 9 Oktober 019, menurut Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, di Medan, Selasa 8 Oktober 2019 kedua tersangka itu, AH [45] Direktur II pada Mitra Agung Indonesia, dan DCN [38] Direktur PT Harawana Konsultan.

Sebelum dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka itu, katanya, penyidik Pidana Khusus [Pidsus] Kejatisu melakukan pemeriksaan terhadap AH dan DCN. “Kemudian, dilakukan penandatanganan berita acara pemeriksaan [BAP] dan pemeriksaan kesehatan terhadap kedua tersangka oleh tim medis,” ujar Sumanggar.

Kedua tersangka digiring petugas keamanan Kejatisu masuk ke dalam mobil tahanan untuk dititipkan di Rumah Tahanan Negara [Rutan] Klas I-A Tanjung Gusta Medan. Peristiwa korupsi tersebut terjadi tahun 2016.

Saat itu UPBU Lasondre, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan mengadakan kegiatan Pekerjaan Peningkatan Pavement Classification Number [PCN] Runway, Taxiway, Apron dengan AC-Hotmix termasuk marking volume 45.608 meter persegi [M2] dengan anggaran senilai Rp27 miliar bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan.

Sebagaimana dilansir Antara, setelah melalui tahapan proses pelelangan, Pokja ULP menetapkan pemenang lelang yaitu PT Mitra Agung Indonesia dengan AH sebagai Direktur II. Penandatanganan kontrak dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen [PPK] dengan nilai Rp 26.900.900.000,-

“Sedangkan untuk pengawasan pekerjaan dilakukan oleh PT Harawana Consultant dengan direkturnya DCN,” tukas Siagian. Sumanggar kemudian menjelaskan, pembayaran proyek telah dilakukan hingga termin IV mencapai 80 persen senilai Rp 19.847.973.127.

Namun kelengkapan dokumen setiap termin tidak dilengkapi pada waktu pengajuan pencairan dana termin I sampai IV. Sementara kemajuan hasil pekerjaan hanya mencapai 43,80 persen.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Ahli Teknik Sipil dari Fakultas Teknik Universitas Bengkulu ditemukan volume pekerjaan yang terpasang hanya 20 persen dan tidak sesuai dengan yang dilaporkan PT Harawana Consultant.

“Dari hasil pemeriksaan fisik tersebut dilakukan perhitungan oleh auditor dari Kantor Akuntan Publik Pupung Heru menerangkan kerugian negara dalam peningkatan PCN UPBU Lasondre, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan tahun Anggaran 2016 adalah sebesar Rp14.755.476.788,” kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai.

Kedua tersangka tersebut melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 juncto pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah pasal 2 ayat 1 juncto pasal 3 UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan dari UU No. 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi juncto pasal 55 KUHPidana. *Inc-04