Ninoy Karundeng memberikan keterangan kepada wartawan

Polisi sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus penculikan dan penganiayaan relawan pendukung Presiden Joko Widodo.

Jakarta-Intainews.com:Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Sekretaris Jenderal [Sekjen] Persaudaraan Alumni [PA] 212 BAJ sebagai tersangka kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Informasi dihimpun Intainews.com Selasa 8 Oktober 2019, Ninoy yang relawan Jokowi itu mendapat perlakuan kekerasan saat demonstrasi berujung kerusuhan beberapa waktu lalu. Penetapan tersangka dilakukan setelah Bernard diperiksa sejak Senin (7/10). “Sudah tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa 8 Oktober 2019.

Ninoy mengaku dianiaya sejumlah orang di kawasan Pejompongan saat demo 30 September. Ia melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.

Diculik dan Dianiaya

Menurut kesaksian seorang relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Kata Jack, ancaman pembunuhan itu datang dari seorang yang disebut dengan panggilan ‘Habib’ yang mendatangi masjid tersebut. Pihak kepolisian sudah menangkap 8 dari 11 tersangka yang diduga menjadi pelaku penculikan dan penganiayaan tersebut.

Salah satunya disebut bagian dari organisasi masyarakat. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai keterkaitan organisasi masyarakat maupun pelaku-pelaku dalam kasus tersebut.

Polisi juga sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus penculikan dan penganiayaan relawan pendukung Presiden Joko Widodo itu. Mereka yang telah ditetapkan tersangka yakni ABK, RF, IA, AA, ARS, YY, Baros, S, TR, SU, dan R. Sejumlah 10 orang di antaranya sudah ditahan. *Inc-17