Pelaku pencuri uang Pemprovsu Rp 1,6 ketika dilakukan konfrensi wartawan

Medan-Intainews.com:Tim Pegasus Polrestabes Medan masih memburu dua DPO pelaku pencurian uang Rp 1.6772.987.500 milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara [Pemprovsu]. Kedua orang yang diburu tersebut yakni Tukul dan Pandiangan.

“Lagi penyelidikan di mana orangnya,” jelas Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto, saat ditemui, Jumat 4 Oktober 2019. Dari enam pelaku, empat diantaranya berhasil diringkus. Keempatnya adalah NS [36], warga Parbuluan, Kabupaten Dairi; NDS [41], warga Kecamatan Bengkalis, Riau; MH [22, warga Siborong-borong, Kabupaten Humbahas; dan IHN [39], warga Helvetia Medan.

Pelaku Tukul bertugas sebagai memantau korban dari Bank Sumut lalu mengikuti sampai ke kantor Gubernur Sumatera Utara [Sumut]. Ia juga sebagai eksekutor, dimana pelaku TukuL turun lalu mengecek posisi tas korban di dalam mobil. Kemudian, ia merusak kunci pintu mobil korban selanjutnya menyuruh pelaku Ni mengambil tas korban.

Sedangkan pelaku Pandiangan berada di mobil Avanza hitam bersama pelaku NSi dan pelaku Pa yang bertugas menutupi ke arah pandangan mobil korban pada saat para pelaku melakukan aksi pencurian. Dari hasil kejahatan, kedua DPO Tukul dan Pandiangan itu mendapatkan bagian masing Rp 350 juta rupiah. “Kita masih kejar orangnya,” tandas Dadang.

Seperti diketahui, penangkapan terhadap para pelaku, dimulai pada hari Jumat [/9] sekira pukul 17.00 WIB. Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan di bawah pimpinan Kanit Pidum, Kasubnit Jatanras Timsus mendapat informasi komplotan pelaku pencurian sedang berada di seputaran daerah Provinsi Riau, Kota Pekanbaru.

Sesampainya di Pekanbaru, Sabtu [21/9], diketahui para pelaku sudah kabur ke Provinsi Jambi. Dilakukan pengejaran ke Jambi, kemudian diketahui lagi para pelaku kabur ke Riau.

Pada hari Minggu [22/9] pelaku NS berhasil diamankan. Ia mengaku melakukan pencurian bersama pelaku lainnya. Kemudian Senin [23/9] diamankan pelaku NDSi dan M di Duri, Riau. Pada hari Selasa [24/9] kemudian diamankan pelaku IHN.

Dari tangan para pelaku, Polisi menyita berbagai barang bukti, sisa uang Rp 116.428.000 yang diamankan dari keempat tersangka; satu unit mobil yang digunakan untuk melakukan aksi; surat tanah; sepeda motor; ponsel dan lainnya. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 363 ayat [1] ke 4e,5e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun. *Inc-04