Gunungsitoli-Intainews.com:Tiga terdakwa kasus narkotika jenis sabu Kri, ST dan KB dituntut masing masing 11 bulan penjara potong masa tahanan dan membayar biaya perkara Rp 2.000 [foto].

“Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I dan melanggar pasal 127 undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Aleksander Siagian, SH pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Rabu 12 September 2019.

Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Merry Dona Pasaribu, SH,MH Jpu menegaskan bahwa yang memberatkan para terdakwa adalah karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

Yang meringankan terdakwa Kri adalah menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum, berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan sudah menggunakan narkotika jenis sabu kurang lebih 5 bulan.

Sedangkan yang meringankan terdakwa ST dan KB adalah belum pernah dihukum dan sudah menggunakan narkotika jenis sabu kurang lebih tiga bulan. Usai tuntutan Jpu, Ketua Majelis Hakim memastikan jika menurut Jpu ketiga terdakwa bersalah menggunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri.

“Penasehat Hukum ketiga terdakwa kita berikan kesempatan untuk mengajukan pembelaan terhadap tuntutan JPU,” ucapnya. Pembelaan diberikan karena masing masing terdakwa mengatakan tidak bersalah menggunakan narkotika sesuai tuntutan JPU pada sidang-sidang sebelumnya.

“Kita memberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa melakukan pembelaan agar Majelis Hakim bisa menentukan penerapan hukum terhadap para terdakwa,” jelasnya. Sebelum menutup sidang, Ketua Majelis Hakim Merry Dona Pasaribu, SH, MH mengumumkan bahwa sidang pembelaan digelar Rabu 18 September 2019. *Inc-12