JH [16] didampingi abang iparnya Karya Bate,e

Gunungsitoli-Intainews.com:JZ [16] pelajar asal Kota Gunungsitoli dicegat dua orang tak dikenal [OtTK] saat melewati Desa Awa,ai, Kecamatan Sitolu,ori, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Minggu 8 September 2019. Namun JZ bersama temannya berhasil lolos dan cegatan dua Otk sekembali dari rumah teman sekolahnya yang berada di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara.

JZ didampingi iparnya Karya Bete’e, Selasa, menuturkan bahwa kala itu Minggu 8 September 2019 berkunjung ke Kecamatan Lahewa untuk menyambangi teman sekolahnya KD yang sedang berlibur. Setelah bertemu di lokasi objek wisata Tureloto yang ada di Kecamatan Lahewa, mereka sepakat bersama sama kembali ke Kota Gunungsitoli.

“Kami duluan berangkat dan menunggu KD di Pelabuhan Lahewa, karena dia mampir ke rumahnya di Desa Tureloto untuk mengambil tas,” terangnya. Ketika mengisi bahan bakar sepeda motor di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum [SPBU] yang di Kecamatan Lahewa, dia dan KD sepakat untuk ziarah ke makam teman sekolah mereka almarhum JH.

Karena JZ menggunakan sepeda motor besar, KD yang menggunakan sepeda motor matic tertinggal agak jauh dibelakang. Setiba di lokasi makam teman sekolah mereka almarhum JH, sembari menunggu KD, Juan dan temannya hendak mendekati makam almarhum JH.

Niat mereka dibatalkan karena seorang warga melarang mendekati makam dengan alasan pihak keluarga tidak mengizinkan siapapun ziarah di makam almarhum JH tanpa seizin keluarga. “Karena ada yang larang, saya kemudian menghubungi sepupu almarhum bernama Tiara melalui telepon seluler untuk minta izin kepada keluarga ziarah almarhum JH,” ungkapnya.

Namun, melalui Tiara pihak keluarga almarhum JH tidak memberikan izin kepada JZ, sehingga JZ dan temannya meninggalkan makam dan melanjutkan perjalanan kembali ke Gunungsitoli. Selama perjalanan pulang, dia merasa ada sepeda motor yang membuntuti dan mengejar mereka, sehingga mempercepat laju kendaraannya.

Ketika tiba di Desa Awa,ai, Kecamatan Sitolu,ori, Kabupaten Nias Utara, tiba-tiba ada OTK yang masuk ke badan jalan dan berusaha menghentikan kendaraan yang dia kendarai. “Saat itu ada dua orang yang berusaha mencegat kami, satu orang langsung masuk ke badan jalan dan membentangkan tangan mencegat kami dan satu lagi berada diatas sepeda motor,” ujarnya.

Karena takut dan merasa terancam, dia berkelit dan memacu sepeda motornya demgan cepat sehingga berhasil lolos dari cegatan OTK tersebut. Tetapi helmnya dan teman yang dia bonceng sempat terkena pukulan tangan orang yang mencegat mereka itu.

Karya Bate’e di tempat yang sama juga menjelaskan, klarifikasi dilakukan agar tidak ada simpang siur berita kejadian yang dialami adik iparnya. “Setelah kita telusuri, OTK mencegat Juan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit,” ujarnya.

Menurut dia, kecelakaan yang dialami korban yang namanya belum diketahui bukan unsur kesengajaan. Mereka dari pihak keluarga telah menemui korban dan berjanji akan membantu perobatan korban.

“Akibat kejadian tersebut, adik ipar saya kini merasa tertekan, dan sebagai seorang pelajar dia merasa dihantui ketakutan,” jelasnya. Tidak lupa dia meminta kepada keluarga almarhum JH untuk tidak terprovokasi oleh pihak pihak tertentu, karena Juan dan almarhum adalah teman akrab. *Inc-12