Kelompok Cipayung Plus Tapsel-Padangsidimpuan, foto bersama setelah membuat pernyataan sikap

Sidimpuan-Intainews.com:Buntut dari tertangkapnya anggota DPRD Padangsidimpuan FH bersama barang bukti alat isap sabu [bong] di Bandara Kualanamu Internasional Airport [KNIA], Deliserdang Sumatera Utara, Kelompok Cipayung Plus menentukan sikap, meminta agar FH dicopot.

Cipayung Plus Tapsel-Sidimpuan, ialah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah [IMM], Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia [PMII], Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah [Himah], Gerakan mahasiswa Kristen Indonesia [GMKI] serta Himpunan Mahasiswa Islam [HMI, mengeluarkan lima pernyataan sikap.

Lima pernyataan sikap tersebut diungkap Ketua Umum IMM, Muqdial Amri Hasibuan, mewakili Kelompok Cipayung Plus Tapanuli Selatan [Tapsel]- Padangsidimpuan, Sabtu 7 September 2019. Antaralain: Pertama, menghormati izin rehabilitasi kepada FH yang dikeluarkan otoritas yang berwenang.

Kedua, meminta kepada partai yang pengusung calon untuk segera mencopot FH karena telah merusak nama baik lembaga legislatif Kota Padangsidimpuan dan kode etik anggota DPRD, serta melukai hati masyarakat Kota padangsidimpuan atas amanah yang telah diberikan rakyat.

Kami tentu, tambahnya, menghormati putusan otoritas yang mengeluarkan izin rehabilitasi kepada FH, namun kami tidak terima dan tidak akan pernah sudi jika FH, anggota DPRD terlantik Kota Padangsidimpuan itu tetap menjadi anggota dewan.

“Hal itu akan membawa dampak negatif khususnya kepada kami kaum muda,” ungkapnya. Dilanjutkan Muqdial pernyataan berikutnya: ketiga meminta kepada pemerintah agar lebih selektif dalam penerimaan pegawai honorer ataupun PNS demi kenyamanan dan kebersihan dari penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

Keempat, meminta kepada aparat kepolisian dalam upaya pencegahan peredaran narkotika di Kota Padangsidimpuan supaya lebih menyoroti pejabat publik di lingkungan pemerintahan.

Dan kelima, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat Kota Padangsidimpuan bertanggung jawab menjaga diri, keluarga dan lingkungan dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Terakhir, Muqdial menegaskan, pihaknya masih percaya, tanpa aksi sekalipun, supremasi hukum masih dijunjung tinggi di republik ini. *Inc-16.